Banjir di Merangin
Ruswandi: Tidak Ada Kabar Pasti Warga Tertimbun Longsor
Adanya longsor di kawasan perkebunan dibenarkan Kadus di Desa Tuo, Ruswandi.
Penulis: muhlisin | Editor: Nani Rachmaini
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Muhlisin
TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Adanya longsor di kawasan perkebunan dibenarkan Kadus di Desa Tuo, Ruswandi. Namun ia mengatakan sejauh ini belum ada sumber sahih mengenai kabar ada warga yang tertimbun.
"Kabarnya memang jadi pembicaraan disiko (di desa Tuo). Ado yang bilang tertimbun di Seberang Nilo. Tapi sampai kini dak ado sumber pasti," ujar Ruswandi, Kamis (28/1).
Kabar longsor di kebun warga pendatang juga dibenarkan Kapolsek Lembah Masurai, Iptu Ismail. Ia mengatakan sudah ada laporan ke Polsek Lembah Masurai. Hanya saja sejauh ini belum detil.
"Iya benar. Ada laporan longsor. Soal ada tidaknya yang tewas saya belum bisa pastikan. Tunggu kami cek ke lokasi dulu. Ini belum jelas, di Seberang Nilo atau di Sungai Meling. Nanti kami kabari lagi," ujar Ismail per telepon.
Ada pondok pekebun di kawasan Sungai Tebal Desa Tuo Kecamatan Lembah Masurai yang terbawa longsor. Kabar didapat Tribun, sekeluarga penghuni pondok juga ikut terbawa longsoran.
Camat Lembah Masurai, Hendri, mengkonfirmasi kabar ini. Ia mengatakan pekebun asal selatan itu mendirikan pondok di tanah berkontur miring. Saat terjadi longsor, pondok dan penghuninya terbawa serta.
"Itu laporan dari Kades Desa Tuo. Soal kabar korban tewas saya belum bisa memastikan," ujarnya.
Sementara itu, tokoh pemuda Desa Tuo, Albert Trisman, mengatakan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di desa ini hancur. Pasalnya dihajar oleh air bah yang membawa kayu-kayu dan bebatuan cukup besar.
"PLTMH yang di air terjun Sigerincing hancur. Kayu-kayu dan batu ngantam ke PLTMH," ujar Albert, Kamis (28/1) pagi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/tnks-longsor-kopi_20160128_150651.jpg)