Banjir Jambi
Saro Kalau Gini Terus
Hampir lebih dari satu minggu, kawasan Danau Sipin terendam banjir, hal ini juga diakibatkan meluapnya anak sungai di kawasan tersebut
Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Nani Rachmaini
Laporan Wartawan Tribun Jambi. Tommy Kurniawan
TRIBUNJAMBI.COM JAMBI - Hampir lebih dari satu minggu, kawasan Danau Sipin terendam banjir, hal ini juga diakibatkan meluapnya anak sungai di kawasan tersebut bersamaan dengan tingginya curah hujan yang beberapa hari ini terus mengguyur kawasan Kota Jambi. Akibatnya aktifitas warga pun cukup terganggu, pasalnya akses jalan yang satu satunya keluar masuk jalur warga harus terendam banjir sekitar 30 cm.
"Saro kalau gini terus bang. Mau lewat susah jugo," kata seorang warga yang melintas di kawasan tersebut.
Sementara itu, Muliani seorang warga Danau Sipin harus rela meminta bantuan warga yang sedang memancing di dekat kawasan banjir karena dirinya takut melewati banjir yang menutupi akses jalan.
"Bang tolongi bang, dak berani lewat banjir tu, abang bawak motor kami na," kata Muliani.
Bersamaan dengan itu, Dirjen Sumber Daya Air Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Mudjiadi bersama Penjabat Gubernur Jambi melakukan kunjungan ketempat proses pembangunan bendungan air di kawasan Ancol yang saat ini terhenti akibat debit sungai yang semakin tinggi.
Bersama Direktur Sungai dan Pantai, Ditjem Sumber Daya Air Kementrian PU Hari Suprayogi bersama Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Rizal Djalil, kunjungan mereka ke Jambi untuk melihat langsung kawasan Danau Sipin untuk melihat langsung lokasi banjir yang sudah hampir satu minggu mengganggu aktifitas warga.
Mudjiadi mengatakan bahwa setiap tahun beberapa kawasan di Provinsi Jambi menjadi langganan banjir, oleh sebab itu, pihaknya melakukan kontrak bersama Pemerintah Provinsi Jambi untuk pengendalian banjir.
"Perjanjian kontraknya sudah berjalan dua tahun sebelumnya, ini menjadi masalah kita, karena muka sungai Batanghari sekarang lebih tinggu dari Kota Jambi," katanya.
Ia menjelaskan, pihaknya akan berencana memasang sejumlah pompa air untuk menahan sejumlah anak sungai yang mengalir menuju sungai Batanghari guna menekan debit air sungai yang kini semakin tinggi.
"Jadi anak sungai akan dikasih pintu, otomatis air tidak mengalir langsung, jadi akan kita berikan pompa, kerja sama ini hingga 2017 dengan harapan banjir bisa tertangani," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/dirjen-tinjau-banjir_20160127_095026.jpg)