Sulaiman Abdullah, Sang Profesor Aktivis Tutup Usia

Mantan Rektor IAIN STS Jambi Prof Dr KH Sulaiman Abdullah tutup usia di RS DKT Jambi, Senin (25/1) sekira 18.20 WIB kemarin. Di usia 80 tahun.

Sulaiman Abdullah, Sang Profesor Aktivis Tutup Usia
hizbut-tahrir.or.id
Sulaiman Abdullah

JAMBI,TRIBUN - Mantan Rektor IAIN STS Jambi Prof Dr KH Sulaiman Abdullah tutup usia di RS DKT Jambi, Senin (25/1) sekira 18.20 WIB kemarin, di usia 80 tahun.

Tokoh kelahiran 30 September 1936 silam, meninggalkan delapan putra dan satu putri. Usai mengenyam ilmu di Ponpes Nurul Iman Jambi, beliau melanjutkan pendidikan tinggi di STAIN Jambi tercatat sebagai mahasiswa angkatan pertama.

Tak puas di situ saja Mantan Ketua HMI Cabang Jambi ini kembali menimba pengetahuan di lembaga pemerintah non departemen yakni Lembaga Adminstrasi Negara (LAN) Jakarta. Hingga predikat doktoral non S2 disematkan dari alamamter UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Di samping konsen di akademisi suami Hj Asyiah ini, dinyatakan pernah menahkodai KNPI Jambi, yang akhirnya menghantarkan Panitia Persiapan Program Pascasarjana IAIN Jambi, menduduki Anggota DPRD Kota Jambi selama dua periode.

Tak hanya berhenti di situ saja, jabatan Rektor IAIN STS Jambi dan Ketua MUI Provinsi Jambi diembannya.

Rekam jejak almarhum baik di lintas akademisi, aktivis organisasi maupun politikus. Lagi lagi beliau tetaplah seorang santri yang teguh mengabdikan ilmu di bidang agama khususnya ilmi fiqh.

Seperti keterangan dihimpun Tribun, dari keluarga almarhum, Fahmi SY. Beliau memiliki buku yang konsentrasi membahas persoalan fiqih, dijadikan rujukan perkuliahan di Universitas Kebangsaan Malasyia (UKM)

"Ya. Dijadikan sumber rujukan pendidikan tinggi di Malasyia. Memang organisasi bagian dari hidupnya, tapi masalah fiqh dan agama pengabdian beliau," katanya.

Menurut Komisioner KPU Provinsi Jambi ini, kredibilitas dimiliki menghantarkan alamrhum deretan tokoh Jambi.

"Pimpinan Ponpes Alhidayah pernah dipimpin beliau," ujarnya.

Tapi kata Fahmi, komplikasi yang diderita beliau tak kurang 10 tahun lalu, akhirnya beliau harus menghadap panggilan Allah SWT.

"80 tahun kurang umurnya. Komplikasi hampir 10 tahun dirasakannya, tapi yang paling parah lima tahun ini hingga beliau wafat," ujarnya.

Dikatakan Fahmi, saking teguh pendirian di bidang agama. Usai tak lagi memimpin MUI dan hadir di forum sebagai pembicara, Almarhum membuka pengajian ilmu fiqih di kediamannya hingga sekarang ini.

"Dari tadi keluarga dan kolega semasa hidup, terus berdatangan silih berganti. Ya, baik kolega di kampus atau kolega lain," tukas Fahmi. (mar)

Penulis: qomaruddin
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved