EDITORIAL
Membangun Kejayaan Lewat Gubernur Cup
Editorial Tribun Jambi
ADA yang berbeda dari pelaksanaan laga sepak bola Gubernur Jambi Cup tahun ini. Diantaranya euforia penonton yang terbilang melonjak dari awal laga digelar hingga berakhir dan munculnya tim bukan unggulan di babak final.
Hampir delapan tahun lamanya, sejak tahun 2009 silam, kedua tim yakni tim dari Kabupaten Tebo dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur tak menyentuh level final. Namun secara luar biasa, tradisi dipapan bawah mereka dobrak dan akhirnya keduanya bertemu di final. Melalui pertandingan sengit serta dibawah guyuran hujan lebat, kedua tim mencoba menunjukkan kekuatan maksimal di Stadioan Tri Lomba Juang, Jambi.
Dua babak normal yang berjalan selama 90 menit tak menggoyahkan jala keduanya. Pertandingan tambahan pun dilalui. Namun pemenang akhirnya harus ditentukan. Babak penalti pun menjadi penutup kemenangan bagi Kabupaten Tebo.
Sementara itu tim-tim papan atas yang selalu menguasai Gubernur Cup harus tersingkir. Sang jawara tahun lalu yakni Kota Jambi pun harus puas di peringkat tiga.
Melihat jalannya laga kali ini cukup menarik. Jika selama ini prediksi jawara mudah ditebak, kali ini tidak. Jor-joran menyewa pemain luar setelah mendapat restu, ternyata tak menjadi sebuah tim bakal bisa melenggang ke puncak.
Hal ini sudah seharusnya membuka mata bagi semua pihak, bahwasanya dunia sepak bola di Jambi masih bergelora. Semangat tim untuk bisa menduduki puncak masih ada. Dibuktikan dengan adanya jawara baru yang muncul setelah sekian lama terpendam.
Proses regenasi dan pembinaan olahraga terutama sepak bola di Jambi sudah saatnya lebih diperhatikan. Jika memang pemerintah terganjal aturan atau regulasi untuk ikut serta membiayai sebuah klub, tentunya hal ini bisa dipecahkan dengan menggandeng pihak swasta untuk mengembangkan sepak bola di masing-masing daerah.
Sangat disayangkan sekali, jika olahraga yang memiliki penggemar terbesar di dunia ini tak kunjung beranjak naik di Bumi Sepucuk Jambe Sembilan Lurah. Padahal event Gubernur Cup bisa menjadi sebuah titik balik meningkatkan prestasi sepak bola Jambi. Memang tentunya tak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh peran serta semua pihak terutama terus melakukan pembinaan di daerah. Dengan pembinaan tersebut, maka kualitas yang akan tampil pada Gubernur Cup mendatang juga tentunya akan semakin bagus.
Laga-laga seru pun akan tampil dan membuat masyarakat semakin tertarik akan suguhan pertandingan yang seru serta fair play. Semakin banyaknya penonton tentunya akan membuat kejuaran berlangsung semarak. Stadion penuh, pedagang bermunculan, dan panitia pun puas serta pemerintah pun sukses melakukan pembinaan. Jika ini terlaksana tidak tertutup kemungkinan, maka gelaran Gubernur Cup akan menjadi sebuah ajang yang dinanti para penggemar sepak bola, para tim dari daerah serta tentunya masyarakat dan berbagai pihak, dan tidak tertutup kemungkinan hal ini bisa memberikan dampak ekonomi yang cukup besar. Semoga. (*)