Tidak Salat, Tidak Puasa dan Tidak Boleh Makan Daging setelah Ikut Gafatar
Ponati, ibu dari Sri Wulandari yang merupakan korban aliran sesat Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar)
Penulis: Rian Aidilfi Afriandi | Editor: Fifi Suryani
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Ponati, ibu dari Sri Wulandari yang merupakan korban aliran sesat Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) menyebutkan ada perubahan sisi dari anaknya.
Yakni menjadi jarang salat padahal sebelumnya tidak tinggal salat. Selain itu, puasa pun tidak mengikuti hingga salat Idul Fitri dan Idul Adha pun tidak mengikuti.
"Bahkan makan daging dilarang. Katanya itu pantangan," ujarnya di kediamannya ketika disambangi media, Minggu (17/1).
Dikatakannya, dirinya sudah melaporkan ke Polsek Muaro Jambi pada Selasa malam lalu.
"Kamis malamnya kapolsek ke rumah saya. Atribut anak saya yang bertuliskan Gafatar ditahan kapolsek," katanya.
Ia mengharapkan, anaknya bisa kembali lagi berkumpul bersamanya di rumah dan meninggalkan organisasi tersebut.
"Orangtua mana yang nggak sedih kalau tau anaknya ikut aliran yang tidak benar. Berharap dia bisa pulang," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/17012016_poniati_20160117_230955.jpg)