"Turunnyo Jugo Dak Seberapo"

Meskipun harga BBM turun, namun hal tersebut tidak berdampak baik dengan sejumlah harga sembako

Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Fifi Suryani
TRIBUN JAMBI/TEGUH SUPRAYITNO

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Meskipun harga BBM turun, namun hal tersebut tidak berdampak baik dengan sejumlah harga sembako di Kota Jambi. Dari pantauan Tribun Sabtu (16/1) harga beberapa harga sembako selama hari terakhir ini mengalami fluktuatif, hal ini disebabkan selain akibat musim penghujan yang cukup tinggi, ini berakibat juga dengan pasokan dari sejumlah daerah.

Untuk harga cabai merah besar, meskipun beberapa hari lalu mengalami penurunan yakni Rp 24 ribu perkilogramnya, namun saat ini kembali merangkak naik sebesar Rp 28 ribu. Hal yang sama juga terjadi oleh cabai keriting yang sebelumnya sempat mengalami penurunan sebesar Rp 28 ribu, kini kembali naik sebesar Rp 32 ribu.

Untuk harga sembako lainya, menurut pedagang pasar tradisional Angso Duo, Edi mengatakan harganya masih cukup stabil, seperti beras dengan kualitas baik seperti merek Anggur kini masih diharga Rp 13 ribu, untuk beras King dan Belida Rp 11 ribu.

"Untuk harga daging sapi juga tidak berubah masih Rp 120 ribu, kalau daging ayam Rp 32 ribu. Dio ni yang sering berubah cabe," katanya.

Sama halnya di Pasar Talang Banjar, beberapa pedagang pun mengakui bahwa yang cukup berpengaruh perubahan harganya terjadi oleh cabai.

"Hari ini samo besok belum tentu samo hargonyo bang, tergantung dari pemasok lah. Kalau datangnyo bawa banyak, harganya biso turun," kata Yuyun, pedagang di Pasar Talang Banjar.

Ia juga mengatakan bahwa turunnya harga BBM beberapa waktu lalu tidak mempengaruhi sejumlah bahan sembako khususnya cabai.

"Ya elah turunyo jugo dak seberapo, manolah mau turun," ungkapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved