EDITORIAL

Kami Tidak Takut

Editorial Tribun Jambi

Editor: Duanto AS

PRESIDEN RI Joko Widodo, Jumat (15/1), keluar dari Istana Merdeka menuju ke Sarinah, yang berada dekat lokasi bom di Jalam MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Mengenakan kemeja batik lengan panjang berwarna gelap ini, Presiden turun dari mobil dinasnya, berjalan menuju ke Sarinah.

Joko Widodo mengungkapkan kehadirannya ke pusat perbelanjaan Sarinah siang itu, untuk memastikan aktivitas perdagangan kembali normal pascabom Thamrin yang terjadi kemarin.

"Yang paling penting, saya melihat semuanya kembali normal, kembali normal," ujar Presiden di Sarinah, Jakarta, Jumat.

Pesan yang disampaikan presiden, sejalan dengan tagar yang melejit pascameledaknya bom di kawasan Thamrin, #KamiTidakTakut. Keberanian Presiden mendatangi lokasi aksi teroris tersebut patut diapresiasi, terlebih beberapa saat setelah aksi, Presiden pun langsung ke lokasi kejadian.

Pesan #KamiTidakTakut, sejatinya sudah ditunjukkan warga Kota Jakarta, saat berlangsungnya aksi baku tembak antara teroris dengan personel kepolisian. Bagaikan menonton syuting film, ratusan warga menyaksikan jalannya aksi heroik personel polisi saat melumpuhkan pelaku teroris.

Tersebar juga di berbagai media, tingkah pola warga kota yang menggambarkan sama sekali tidak takut dengan aksi teroris yang sedang berlangsung.

Sebut saja Jamal, penjual sate kambing, yang tetap mengipas sate dagangannya saat aksi berlangsung. Netizen juga membidik foto seorang pedagang asongan yang menjual dagangannya kepada personel keamanan yang berada di kendaraan perang.

Banyak lagi fakta-fakta yang membuat kita geleng-geleng kepala dan berdecak kagum, melihat sikap warga yang memang cuek. Sejumlah pedagang di sekitar lokasi mengaku dagangannya laris manis, mulai dari jualan kacang goreng, kacang rebus, rokok dan minuman, habis.

Pada jam-jam pertama saat aksi berlangsung, beredar postingan di media sosial, tentang ajakan untuk tidak membuat tagar #PRAYFORJKT, imbauan agar tidak panik, dan tidak meng-share apapun terkait aksi teroris. Hal ini untuk menjaga stabilitas di dalam negeri, semisal anjloknya nilai rupiah.

Hari ini kita yakin bahwa para teroris, siapapun mereka, gagal mengirimkan pesan untuk bangsa Indonesia. Tagar #KamiTidakTakut telah mewabah, dan aktivitas di ibu kota Jakarta, khususnya di kawasan MH Thamrin kembali berjalan normal, seperti sedia kala. Kita selayaknya memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian yang cepat dan sigap dalam melumpuhkan para teroris.

Seperti dialog antara Presiden dengan penjaga toko di Sarinah kemarin. Geliat usaha tetap berjalan sehari setelah aksi terkutuk itu. "Di dalam juga penjaga‑penjaga toko dan juga makanan semuanya saya tanyakan, kemarin memang agak takut, tapi sekarang sudah normal kembali, tidak ada masalah. Yang paling penting itu saja," ucap Presiden. (*)

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved