Harga Barang Pabrikan Turun 2,5 Persen
Kasi Bina Usaha dan Distribusi Disperindag Provinsi Jambi, M Zaini mengatakan bahwa untuk
Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Fifi Suryani
Produksi Pertanian di Jambi masih Kurang
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kasi Bina Usaha dan Distribusi Diaperindag Provinsi Jambi, M Zaini mengatakan bahwa untuk harga komoditi kultura tidak akan berdampak yang cukup menonjol pascapenurunan harga BBM.
"Kalau harga manufaktur atau barang pabrikan memang turun sekitar 2.5 persen seperti indomie, susu kaleng dan garam," katanya.
Untuk mengantisipasi tingginya harga sembako, pihaknya kini berencana akan menambah kerja sama dengan sejumlah pemasok dari beberapa daerah, hal ini untuk mengantisipasi jika distribusi sembako oleh para petani Provinsi Jambi berkurang.
"Meskipun kita sudah bekerja sama dengan para pemasom di Palembang, Padang, Medan, Lubuk Linggau, Lampung, Brebes dan Jawa Timur, saat ini kita mencoba ke Jawa Barat, karena sudah ada sentra produksi yang kita datangi dan kualitasnya bagus. Selain itu ini bisa menekan ongkos," ungkapnya.
Zaini mengaku, dalam sehari kebutuhan beras paling tinggi dibandingkan dengan harga lainnya yakni sebesar 55 ton. Kemudian disusul oleh cabai yang dalam seharinya membutuhkan 50 ton perhari.
"Kalau setahun bisa mencapai 400-500 ribu ton untuk di Provinsi Jambi. Makanya kita cari pemasok dari luar karena kita kurang 50 ribu ton. Sama hal dengan cabai, produksi lokal kita di Provinsi Jambi hanya 30 ton," katanya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/01102015_belanja_20151001_133218.jpg)