Hindari Kemarau dengan Percepat Masa Tanam

Kita harus berhitung ketat agar produksi pertanian tidak buyar lagi

Penulis: muhlisin | Editor: bandot
TRIBUNJAMBI/ABDULLAH USMAN
Sawah kering di kawasan Sijenjang, Jambi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Muhlisin

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Masyarakat Merangin patut belajar dari tahun lalu. Dimana musim kemarau panjang telah menghancurkan target produksi pertanian.

Pemkab Merangin kini harus berhitung matang. Hitungan matang harus dilakukan agar di 2016 ini produksi pertanian bisa maksimal. Solusinya adalah percepat masa tanam.

Kepala Dinas Pertanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) Merangin, Rumusdar, melalui Kabid Tanaman Pangan, Pargito, bicara kepada media. Ia mengatakan mendorong petani mempercepat masa tanam.

"Kita harus berhitung ketat agar produksi pertanian tidak buyar lagi. Caranya adalah mempercepat masa tanam. Itu yang kita minta petani melakukannya," ujarnya, Senin (11/1).

Pargito mengatakan target tanam padi untuk tahun 2016 adalah seluas 29.306 hektar. Di awal tahun, target tersebut sudah mulai dikejar dengan terealisasi 6.000 hektar.

"Target luas tanam keseluruhan 29.306 ha. Target awal dari Oktobrer 2015 lalu ke Maret 2016 seluas 20.755 ha, dan ditambah target April hingga September seluas 8.551 Ha," ujarnya lagi.

Bukan cuma soal tanam. Pargito mengatakan target juga dikejar dengan cara lain. Yakni penambahan cetak sawah baru. Untuk tahun 2016 ini cetak sawah baru direncanakan seluas 750 ha.

"Untuk masa tabam kita berikan bantuan benih kepada petani. Sementara soal cetak sawah memang kita lakukan setiap tahun," tambahnya lagi.

Untuk mengantisipasi kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan, disebut Pargito, juga dilakukan dengan pembuatan penampungan air dan sumur bor.

"Minimal itu nanti dapat membantu, jika musim kemarau seperti kemarin terjadi lagi," tutupnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved