Tiga Tunggal Putra Indonesia akan Ikuti Dua Turnamen Sebelum Thomas

Tunggal putra Indonesia, Ihsan Maulana Mustofa, Jonatan Christie, dan Anthony Sinisuka Ginting akan mengikuti dua turnamen

Tiga Tunggal Putra Indonesia akan Ikuti Dua Turnamen Sebelum Thomas
PBSI
Pemain tunggal putra Indonesia, Ihsan Maulana Mustofa, mengembalikan kok dari pemain Korea Selatan, Son Wan-ho, pada babak ketiga Macau Terbuka yang berlangsung di Macau, Kamis (26/11/2015). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Tunggal putra Indonesia, Ihsan Maulana Mustofa, Jonatan Christie, dan Anthony Sinisuka Ginting akan mengikuti dua turnamen sebelum kualifikasi Piala Thomas.

Kualifikasi Piala Thomas akan digelar di Hyderabad, India pada 15-21 Februari mendatang.

"Kami akan coba mereka di Malaysia dan India Grand Prix. Dari sana akan terlihat apa yang perlu diperbaiki sebelum turun di kualifikasi Piala Thomas," kata Pelatih nasional tunggal putra, Hendri Saputra, dalam perbincangan di Pelatnas Cipayung, Jakarta.

Hendri sudah menyiapkan latihan khusus kepada ketiganya sebelum turun pada tiga pertandingan awal 2016.

"Persiapan pertama dari segi fisik, yaitu ketahanan, stroke supaya dia tidak mati sendiri inilah poin yang paling penting.

"Rata-rata mereka akan tampil pertama kali pada kualifikasi Piala Thomas sehingga tidak mudah juga bagi mereka untuk menjaga fokus pada turnamen GP dan kualifikasi," ucap Hendri.

Menurut Hendri, Ihsan dkk juga diminta menjaga fokus catatan latihan agar tetap bagus.

"Dengan mendapat catatan bagus selama latihan mereka akan termotivasi untuk menerapkannya saat pertandingan,"kata Hendri.

Menjelang kualifikasi Piala Thomas, Hendri sudah tak khawatir dengan kondisi mental para tunggal putra yang rata-rata masih berusia antara 18-20 tahun.

"Jika dilihat dari peringkat yang mereka peroleh dalam waktu setahun, saya rasa secara mental mereka tidak masalah. Siapapun yang bermain pada turnamen beregu pasti ada beban. Tinggal bagaimana membuat mereka lebih konsisten," tutur Hendri.

Hendry juga percaya Ihsan dkk bisa mengatasi tekanan pada turnamen beregu.

"Terbukti pada SEA Games 2015 mereka mampu mendapat medali emas meski tengah tertekan ketika harus bermain dalam lima partai pertandingan. Jadi, kami atasi dengan persiapan latihan yang maksimal," kata Hendri.

Ihsan menjadi pahlawan tim beregu putra Indonesia di SEA Games setelah menjadi penentu kemenangan pada babak semifinal dan final.

Untuk peringkat dunia, Ihsan, Jonatan, dan Anthony diharapkan bisa mencapai peringkat 28 dunia. Ihsan saat ini menduduki peringkat ke-31 dunia diikuti Anthony, dan Jonatan yang masing-masing menduduki peringkat ke-35 dan ke-38 dunia.

"Ihsan tahun lalu masih peringkat 80 dunia. Saya berharap Ihsan, Jonatan, dan Anthony bisa menembus babak utama turnamen superseries. Saya tidak ingin muluk-muluk dulu mereka bisa lolos Olimpiade 2016. Kasihan kalau dipaksakan," kata Hendri.

Ihsan sementara itu mengakui siap menghadapi tantangan pada kualifikasi Piala Thomas termasuk menjadi juara turnamen Grand Prix supaya lolos ke babak utama super series.

"Tahun ini saya harus lebih siap kerja keras, mental karena bermain di beregu dan merupakan turnamen besar. Oleh karena itu, saya harus lebih percaya diri. Yang terpenting,tidak mau kalah," kata Ihsan.

"Saya berharap tahun ini bisa menjuarai turnamen grand prix, grand prix gold, dan bisa meraih hasil lebih bagus di turnamen superseries," ujar Ihsan.

Pada babak kualifikasi Piala Thomas, Indonesia ditargetkan minimal mampu menembus semifinal untuk lolos ke putaran final Piala Thomas Uber yang akan digelar di Khunsan, China pada 15-22 Mei mendatang.

Editor: nani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved