Waspada, Begini Cara Orang Membajak BBM Anda

Jangan terpancing bila Anda...

Editor: Duanto AS

KASUS hacker akun BlackBerry Messenger (BBM) termasuk cyber crime. Kejahatan berbasis cyber sangat sulit untuk disidik. Hal itu karena membutuhkan alat khusus yang hanya ada di tingkat Polda.

"Belum ada laporan soal hacker BBM di Polrestabes Semarang. Kalau pun ada, kita belum bisa mengusutnya dan hanya Polda yang bisa karena punya alat khusus," kata Kasubag Humas Polrestabes Semarang, AKP Suwarna kepada Tribun Jateng, Jumat (8/1).

Selain membutuhkan alat khusus dalam pengungkapan kejahatan cyber, juga membutuhkan bantuan ahli, dalam hal ini ahli cyber. Meski demikian, Polrestabes Semarang tetap siap menerima laporan jika ada masyarakat yang merasa menjadi korban dan dirugikan. "Kalau ada laporan, kita siap mengusutnya," tegasnya.

Untuk kejahatan cyber ini, pelaku bisa dikenakan berbagai pasal. Namun, yang paling mudah adalah menggunakan ancaman pasal 378 tentang Penipuan dengan hukuman maksimal 4 tahun penjara.

Pasalnya, pelaku telah menipu menggunakan akun pemilik resmi demi keuntungan pribadi. "Kalau ada yang menjadi korban, laporkan saja," tandasnya.

Jangan terpancing
Daniel, Teknisi G2 Mall Ciputra Semarang mengatakan kasus pembajakan akun BBM makin sering terjadi. Menurutnya banyak konsumen yang datang mengeluhkan perangkat smarphone BlackBerrynya dihack lantas meminta-minta uang atau pulsa.

“Itu biasanya kasus terjadi karena konsumen membuka link yang dikirim dari broadcast message. Lantas, link tersebut biasanya menyuruh memasukkan BB ID. Nanti setelah sign in isinya tidak sesuai yang tercantum, cuma iklan-iklan aja. Sehingga dengan begitu si hacker dengan mudah menarik data-data di BBM pemilik handphone,” katanya, kemarin.

Daniel menambahkan upaya pencegahan penting dilakukan agar tidak menjadi korban. Apabila dikirim-kirim link yang berbau tidak jelas usahakan jangan dibuka. “Biasanya link itu isinya ada keterangan yang berbau porno, kayak skandal seks artis. Sehingga membuat pemilik handphone penasaran lantas melanjutkan isi perintah,” katanya.

Menurut Daniel peran anti virus di handphone pun tidak bisa mencegah hal itu. Pemilik handphone bisa memperbaikinya sendiri, caranya pun sama seperti yang dilakukan teknisi yaitu tinggal mengganti password. (Wan/Nal)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved