Ridwan Kamil Jalan Terus Meski Ditentang Warga

Meski mendapat protes dari sejumlah warga, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil tetap akan melanjutkan proyek pelebaran jalan.

Editor: Nani Rachmaini
KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI
Sejumlah pengendara motor saat melintasi jalan kecil si TPU Pandu. Pemkot Bandung berencana memindahkan 600 makam untuk membuat jalan baru. 

TRIBUNJAMBI.COM, BANDUNG - Meski mendapat protes dari sejumlah warga, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil tetap akan melanjutkan proyek pelebaran jalan yang bakal membongkar ratusan makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) non-muslim Pandu.

Menurut pria yang kerap disapa Emil itu, jalan alternatif Pajajaran-Pasteur itu dibangun untuk kepentingan masyarakat.

"Yang kami minta bukan untuk pribadi tapi kepentingan masyarakat. Jadi, ya terus jalan," kata Emil di Bandung, Jumat (8/1/2016).

Sebab itu, Emil mengaku akan terus melakukan sosialisasi kepada ahli waris makam yang bakal digusur.

"Kalau dalam pembangunan selalu ada dinamika. Pada dasarnya orang tidak mau berubah setiap ada berita perubahan dan cenderung takut. Jadi tinggal dikomunikasikan sesuai aspirasi, yang penting kita taat asas taat aturan dan berkeadilan," tuturnya.

Dia mengungkapkan, persoalan penggusuran makam bukan hal baru. Menurut dia banyak pembangunan yang jalan yang memakan lahan pemakaman, salah satunya adalah interchange KM 149 di Gedebage.

"Supaya dari Pasteur bisa potong kompas ke Pajajaran sehingga bisa mengurangi beban di jalur kemacetan," tutur Emil.

Sejumlah warga keberatan dengan proyek perluasan jalan itu. Suryanto, Ketua RT 5 RW 03 Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cicendo secara tegas menolak pembangunan jalan tembus tersebut.

"Nanti macetnya kayak gimana, saya gak bisa bayangin. Kemacetan pasti terjadi ketika ada pemakaman jenasah," kata dia.

Lala, warga sekitar Jalan Pandawa, juga menyatakan menolak pembangunan jalan tembus itu. Selain menambah masalah baru, menurut dia, masyarakat sekitar merasa tidak pernah menerima sosialisasi dari pemerintah Kota Bandung.

"Enggak, enggak ada sosialisasi ke warga. Padahal kita juga yang nantinya terkena dampak," ucap dia.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved