Gubernur Cup
Suporter Keluhkan Harga Tiket dan Tarif Parkir
Turnamen Gubernur Cup segera digelar, sejumlah polemik masih ikut menghiasi perhelatan akbar.
Penulis: qomaruddin | Editor: Fifi Suryani
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Qomaruddin
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Turnamen Gubernur Cup 2016 segera digelar, sejumlah polemik masih ikut menghiasi perhelatan akbar. Harga tiket dan parkir dianggap terlalu mahal.
Koordinator Suporter Kota Jambi Doni, pada Tribun, mengaku keberatan dengan keputusan panitia membandrol harga tiket Rp 10 ribu perorang.
"Ya. Rp 10 ribu itu sangat mahal, walaupun sekilas terlihat sangat murah. Ditambah tarif parkir Rp 3 ribu," ujarnya.
Sebab Gubernur Cup katanya, ajang tahunan rangkaian perayaan HUT Provinsi Jambi. Dan ada anggaran pemerintah melalui APBD Provinsi Jambi yang digelontorkan.
"Kan kasihan masyarakat yang rela datang dari jauh Ujung Jabung hingga Kerinci sana mau nonton. Kita pun selaku suporter keberatan, apalagi masyarakat lainnya," katanya.
"Ya. Masak perayaan HUT kok masih dipatok mahal, saya pikir gak realistislah. Belum lagi biaya parkir," imbuhnya.
Untuk itu, ia berharap, agar harga tiket ini jadi perhatian penyelenggara.
"Kalau bisa diturunkan lagi, misal Rp 5 lima ribu meliputi biaya tiket masuk dan tarif parkir. Ini kan tiap hari pertandingan dilakukan, apakah tiap hari harus bayar segitu," keluhnya.
Belum lagi katanya, ditambah biaya akomodasi selama di Jambi. Misal biaya makan, penginapan dan lainnya.
Akan beda menurutnya, kalau perhelatan ini memang semata mata mencari profit, otomatis harga tiket Rp 10 ribu sangat murah.
"Kalau memang cari dana okelah kita bisa terima, tapi ini kan dibiaya pemerintah provinsi. Kenapa mesti bayar lagi, kita mempertanyakan anggaran itu untuk apalagi," katanya.
Menyikapi keluhan perwakilan suporter, Ketua Penyelenggara Gubernur Cup Samsul Asrul mengakui tarif itu sudah sesuai ketentuan dan terbilang sangat murah.
"Kan tidak kenaikan masih sama seperti tahun lalu. Kenapa kita patok segitu karena kita inginnya pertandingan ini dihargai," jawabnya.
Dan ini katanya, bagian dari usaha panitia untuk menutupi kekurangan penyelenggaraan. Karena dianggap tiket itu termurah.
"Dimana tempat pertandingan sepak bola bayar kok. Kita cuma maunya ada penghargaan terhadap penyelenggaraan sepak bola," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/tim-tebo-gubernur-cup_20160106_094759.jpg)