Senin, 27 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

TRAVEL JAMBI - Pesona Bawah Tanah di Goa Sengering Merangin

Speleothem yang menggantung di langit-langit goa punya aneka bentuk dan rupa

Penulis: Teguh Suprayitno | Editor: bandot
FOTO KOMUNITAS BUMI MERANGIN
Suasana Terowongan Goa Bujang di Desa Sengering, Merangin 

Laporan Wartawan Tribun Teguh Suprayitno

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Bumi Merangin menyimpan banyak pesona alam, yang dahulu tersembunyi dari jamahan manusia. Keindahan alamnya tidak hanya di permukaan tapi juga di perut bumi, goa Sengering buktinya.

Keindahan stalaktit dan stalagmit di dalamnya akan buat Anda terkagum-kagum. Speleothem yang menggantung di langit-langit goa punya aneka bentuk dan rupa. Ada yang runcing mirip taring, ada yang besar bergelombang seperti gorden rumah, ada pula yang bentukknya menyerupai pilar.

Buliran air yang menetes pada stalaktit akan tampak seperti titik cahaya yang berkilau saat terkena sinar lampu, pemandangan bawah tanah yang memesona. “Stalaktit dan stalagmitnya seperti hidup,” kata Gie, anggota komunitas Bumi Merangin.

Goa ini punya panjang sekitar 305 meter. Sepanjang jalur banyak stalaktit tajam, jadi Anda harus hati-hati melewatinya.

Saat menelusuri goa, Anda harus siapkan senter atau alat penerang lainnya, sebab di dalam goa sangat gelap dan lembab.
Sekitar sepuluh menit berjalan ke utara Goa Sengering, Anda akan menemukan satu goa yang punya pesona tak kalah indahnya, warga Desa Sengering menyebutnya Goa Bujang.

Di dalam Goa Bujang ada aliran sungai kecil yang bermuara ke Sungai Mesumai. Kepercayaan warga kampung, sebelum memasuki Goa Bujang Anda harus mencuci muka terlebih dahulu. Tujuannya agar orang yang masuk dalam goa bisa melihat jalur dengan jelas.

Tinggi langit-langit Goa Bujang sekitar enam meter, di dalamnya ada ribuan stalaktit dan stalagmit, meski ukurannya tak sebesar di goa Sengering.

Yang menawan dari Goa Bujang adalah air terjun yang ada di dalamnya. Untuk mencapainya Anda harus rela jalan jongkok sejauh 50 meter mengikuti aliran air, lalu merayap di lorong batu yang sempit sepanjang satu meteran, barulah Anda ketemu maha karya yang menakjubkan, sebuah air terjun yang bening setinggi lima meter.

Kedua goa ini kerap dijadikan tempat pendidikan dan latihan anak Sispala dan Mapala. Goa ini juga jadi tempat wisata bagi warga Merangin.

Namun Anda perlu waspada saat terjadi hujan lebat, sebab aliran air di dalam Goa Bujang mendadak bisa besar, sangat berbahaya saat Anda ingin masuk lorong kecil menuju air terjun.

Jika Anda tertaik untuk melihat keindahan Goa Sengering dan Goa Bujang, keduanya terletak di Desa Sengering, Kecamatan Sungai Manau, sekitar 40 kilometer dari kota Kabupaten Merangin.

Dari Kota Jambi perjalanan bisa dimulai dengan naik travel hingga Bangko, kawasan kota di Merangin. Dari sana Anda bisa melanjutkan dengan naik angkutan umum langsung ke Desa Sengering. Dari desa Anda butuh waktu sekitar sejam jalan kaki mengikuti aliran sungai Sengering, aliran sungai dangkal dan berbatu.

Anda juga bisa menempuh jalur tanah yang bisa dilalui dengan sepeda motor, bila jalan kering Anda bisa sampai di depan mulut Goa Sengering hanya dengan waktu seperempat jam. Namun bagi yang suka menjelajah alam, mereka lebih suka menempuh jalur sungai.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved