Karhutla Menjadi Kasus yang Menyolok
Kebakaran hutan dan lahan menurut KKI Warsi dalam refleksi tahunannya mengatakan merupakan kasus yang paling mencolok.
Penulis: Jaka Hendra Baittri | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI/JAKA HENDRA BAITTRI
Ilustrasi. KKI Warsi bersama Pemerintahan Provinsi Jambi menyelenggarakan seminar hasil pemantauan kebakaran hutan dan lahan gambut di Provinsi Jambi, pada Rabu (16/12).
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Jaka HB
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kebakaran hutan dan lahan menurut KKI Warsi dalam refleksi tahunannya mengatakan merupakan kasus yang paling mencolok. Warsi mencatat ada 2748 titik api dengan luas lahan 111.391 ha sesuai dengan versi kementrian lingkungan hidup dan kehutanan.
"Kami meminta pemerintah menyetop pemberian izin konsesi lahan gambut dengan dalih apa pun, gambut hrua kita selamatkan untuk kelangsungan keseimbangan ekosistem," kata Diki Kurniawan selaku direktur Komunitas Konservasi Indonesia Warsi (KKI Warsi), pada Rabu (30/12). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/seminar-warsi-bappeda-karhutla_20151216_111653.jpg)