Breaking News:

Tenggelamnya Kapal Hekweider "Ophelia" di Sarolangun

"eee aan de gevallen makers ges neuveld in dienst verdronken", yang artinya....

Penulis: qomaruddin
Editor: Edmundus Duanto AS
Tribun Jambi
Peninggalan sejarah Belanda yang disebut Tugu Kapal Karam. 

TERUKIR tulisan dalam bahasa Belanda. "eee aan de gevallen makers ges neuveld in dienst verdronken", yang artinya hormat kepada teman teman yang gugur tenggelam dalam tugas.

Ternyata, di Sarolangun ada sebuah tugu yang menarik wisatawan berkunjung. Tugu berbentuk petak, tingginya sekira 250 sentimeter dengan sisi simetris dan berwarna khas cokelat-biru itu merupakan menjadi alternatif wisata sejarah.

Itu merupakan tugu peninggalan sejarah penjajah Belanda, saat pendudukan di Sarolangun di 1932. Tugu yang terletak di kawasan rumah dinas Bupati Sarolangun dan kawasan Ancol itu, merupakan tugu peringatan tenggelamnya Kapal Hekweider (lambung) "Ophelia".

Anda bisa mulai belajar masa pendudukan Belanda dari sini, karena ada catatan sejarahnya.

Di bagian depan tugu, terdapat satu kotak besar yang bagian depannya ada bekas marmer ukuran 50x40 sentimeter. Konon, marmer itu telah hilang lantaran tangan jahil. Lalu di sisi kanan dan kiri ada kotak yang lebih kecil dengan marmer bertuliskan bahasa Belanda.

Ada catatan menyebutkan beberapa orang pasukan Belanda beserta isterinya dan kanselir, meninggal di Kapal Hekweider (lambung) "Ophelia. Tulisannya, "eee aan de gevallen makers ges neuveld in dienst verdronken", yang artinya "hormat kepada teman teman yang gugur tenggelam dalam tugas.

Di dalam kapal yang tenggelam kala itu, ada juga asisten residen, isteri dan dua anak gadisnya. Seiring perjalanan waktu, masyarakat Sarolangun menamai peninggalan sejarah Belanda itu dengan sebutan Tugu Kapal Karam.

Menarik kan...(qomaruddin)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved