Jumat Pagi, Rupiah Melemah
Data Bloomberg pukul 09.30 WIB menunjukkan, mata uang garuda berada di posisi...
TRIBUNJAMBI.COM - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot Jumat (18/12/2015) pagi ini mengalami pelemahan.
Data Bloomberg pukul 09.30 WIB menunjukkan, mata uang garuda berada di posisi Rp 14.025 per dollar AS, turun dibandingkan penutupan kemarin pada 14.008,6.
Pada Kamis (17/12/2015), rupiah menguat setelah Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Fed menaikkan tingkat suku bunga sebesar 0,25-0,5 persen. Di pasar spot rupiah menguat 0,44 persen ke 14.008,60 dibandingkan sehari sebelumnya.
Sementara kurs tengah rupiah Bank Indonesia (BI) terapresiasi 0,16 persen ke 14.028.
Trian Fathria, Research and Analyst Divisi Tresuri Bank BNI, mengatakan, pasar telah mengantisipasi kenaikan suku bunga The Fed.
"The Fed telah lama menghembuskan isu kenaikan suku bunga, yakni sejak tahun 2014," ujarnya seperti dikutip Kontan.
Meski demikian, Trian mengingatkan bahwa kenaikan suku bunga The Fed tidak akan direspon pasar dalam sekejap. Aliran dana yang kembali ke Amerika Serikat (AS) dari negara lain termasuk Indonesia bisa berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.
Hal ini tentu berpotensi menekan rupiah. Selain itu, kemarin para pelaku pasar menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur BI yang memutuskan suku bunga acuan atau BI rate tetap di level 7,5 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/31082015_rupiah_dollar_20150831_204551.jpg)