Kapal Pengawas KKP Tangkap Satu Kapal Malaysia

Kapal Pengawas Perikanan Hiu 004 milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap kapal

Kapal Pengawas KKP Tangkap Satu Kapal Malaysia
ANTARA FOTO/EMBONG SALAMPESSY

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Kapal Pengawas Perikanan Hiu 004 milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap kapal perikanan asing berbendera Malaysia KM SLFA 2675 di perairan Selat Malaka.

"Ditangkap oleh KP Perikanan Hiu 004 saat melakukan penangkapan ikan ilegal dengan muatan sebanyak kurang lebih 300 kilogram di perairan Selat Malaka, sekitar perairan Sumatera Utara, pada 13 Desember 2015," kata Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Asep Burhanudin di Jakarta, Rabu (16/12).

Dia memaparkan, kapal itu tertangkap tangan saat sedang melakukan penangkapan ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) tanpa dilengkapi dokumen-dokumen perizinan dari Pemerintah Republik Indonesia.

Selain itu, lanjutnya, KM SLFA 2675 yang berbobot 56 gross tonnage (GT) itu juga ditemukan menggunakan alat tangkap yang dilarang dan merusak sumber daya kelautan dan perikanan, yaitu alat tangkap trawl.

Untuk sementara, KM SLFA 2675 diduga melanggar Pasal 93 ayat (2) jo Pasal 27 (2) UU No. 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI No. 31 tahun 2004 tentang Perikanan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp20 miliar.

Dalam penangkapan tersebut diamankan barang bukti berupa satu unit kapal KM SLFA 2675, satu unit alat tangkap trawl, satu unit alat navigasi GPS, satu unit kompas, satu unit radio komunikasi, dan sekitar 300 kilogram ikan campuran.

Kemudian Untuk proses hukum lebih lanjut oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan, barang bukti beserta lima ABK WNA Myanmar dikawal ke Stasiun PSDKP Belawan, Sumatera Utara.

Sebagaimana diwartakan, penenggelaman kapal pencuri ikan yang gencar dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dinilai membantu mencukupi konsumsi ikan domestik.

"Penenggelaman kapal tidaklah merugikan tetapi untuk mencukupi kebutuhan gizi dari ikan," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Jakarta, Minggu (22/11).

Menurut dia, akibat dari penenggelaman kapal itu meningkatkan produksi atau pasokan ikan yang ditangkap, bahkan di sejumlah daerah ada yang pasokannya terpantau melonjak hingga 240%.

Menteri Susi juga mengutarakan harapannya adalah dengan gencarnya pemberantasan pencurian ikan maka akan semakin banyak hidangan kelautan dan perikanan yang bisa disantap oleh generasi mendatang.

Ia mengatakan, bahwa konsumsi ikan di Indonesia secara rata-rata masih tertinggal dengan tingkat makan ikan di sejumlah negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam.

Dia juga menyatakan bahwa dengan peningkatan konsumsi ikan bagi masyarakat, maka bakal melambungkan daya saing nasional di tingkat global.

Editor: fifi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved