Harga SUN semakin Meningkat

Harga Surat Utang Negara (SUN) di pasar sekunder pada perdagangan Rabu (16/12) meningkat

Editor: Fifi Suryani
KONTAN/BAIHAKI

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Harga Surat Utang Negara (SUN) di pasar sekunder pada perdagangan Rabu (16/12) meningkat.

Pada Rabu (16/12), rata-rata harga obligasi pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price naik 0,32% ketimbang hari sebelumnya menjadi 103,97.

Harga SUN seri acuan bertenor 10 tahun FR0070 juga terangkat 0,92% dibandingkan hari sebelumnya ke level 96,71. Dus, yield FR0070 menyusut dari semula 9,1% menjadi 8,94%.

Ketika harga obligasi naik, yield instrumen tersebut bakal tertekan. Sebaliknya, jika harga obligasi terlempar, yieldnya akan menggemuk.

Analis Millenium Capital Management Desmon Silitonga memaparkan, terjaganya inflasi dalam negeri masih menyokong harga SUN. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi dalam negeri Januari 2015 – November 2015 tercatat 2,37%.

Analis Sucorinvest Central Gani Ariawan menjelaskan, katalis positif bagi pasar surat utang berasal dari rilis data neraca perdagangan Indonesia per November 2015. Memang kali ini Tanah Air mencatatkan defisit US$ 346,4 juta.

Namun, BPS menyebutkan, defisit tersebut berasal dari kinerja ekspor yang turun 7,9% (mom) menjadi US$ 11,16 miliar serta impor yang naik 3,61% (mom) ke level US$ 11,51 miliar.

“Defisit pertama kali dalam tahun 2015. Tapi kenaikan impor bisa menjadi sinyal kenaikan permintaan domestik. Harus dipantau apakah pertumbuhannya konsisten dalam beberapa bulan mendatang,” tuturnya.

Sedangkan dari eksternal, Ariawan menilai belum ada data signifikan yang berpotensi menggerus kinerja surat utang dalam negeri.

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved