Hamid Keluar Masuk Penjara karena Kasus Narkoba

Sedikitnya 24 paket narkoba jenis sabu-sabu membawa Hamid (34) warga Desa Pagar Dewa Kecamatan Mesuji Kabupaten Ogan Komering Ilir

Hamid Keluar Masuk Penjara karena Kasus Narkoba
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
KBO Narkoba Polres Iptu Tuswan SH meminta tersangka Hamid (34) untuk menunjukan barang bukti 24 bungkus narkoba jenis sabu-sabu yang diamankan polisi dari tangannya. 

TRIBUNJAMBI.COM - Sedikitnya 24 paket narkoba jenis sabu-sabu membawa Hamid (34) warga Desa Pagar Dewa Kecamatan Mesuji Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), mendekam di jeruji besi di Mapolres OKI, Jumat (11/12/2015).

Sabu-sabu yang siap edar tersebut disimpannya di dalam kamar. Polisi menangkap setelah mendapat informasi bahwa tersangka selain pemakai narkoba juga sebagai pengedar di wilayah Mesuji.

Polisi yang terus menyisir di wilayah Mesuji mengetahui gerak gerik tersangka dan akhirnya menangkap dan membawanya ke Polres OKI guna pengembangan dan penyidikan lebih lanjut.

Kapolres OKI AKBP M Zulkarnain SIk melalui Kasat Narkoba Iptu Rio Maurice SH didampingi KBO Narkoba Iptu Tuswan SH menyebutkan, tersangka Hamid baru saja keluar dari penjara dalam kasus pencurian dan sempat dihukum selama 6 bulan penjara. Sepulang dari penjara ternyata, Hamid tidak tobat malahan menjual narkoba.

“Hamid sebelum ditangkap, telah bertransaksi dengan pelanggan dan diiringi hingga menuju rumah baru kita sergap,” kata Iptu Maurice panjang lebar, penangkapan terhadap Hamid, Kamis (10/12/2015) di kediamannya.

Untuk memberantas jaringan narkoba, pihaknya terus melakukan pengintaian melalui undercover, penyamaran polisi terus dilakukan untuk mengungkap kasus narkoba dimanapun berada.

Memang sebelumnya, tersangka sudah menjadi targer operasi (TO) satuan narkoba. “Hamid sudah beberapa bulan jadi TO kita, saat itu kami mendapat informasi kalau tersangka ini baru saja bertransaksi narkoba di kampungnya, informasi itu langsung kita tindaklanjuti dengan menggeledah rumahnya,” ujar Rio.

Dari hasil penggeledahan di rumahnya, polisi mengamankan 24 paket sabu-sabu. “Sabu-sabu itu kami temukan sebagian di bawah televisi (TV) dan sebagian lagi di dalam kamar, tersangka kita jerat UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 15 tahun penjara,” timpal Iptu Tuswan.

Di hadapan polisi tersangka mengakui, kalau dirinya menjual narkoba. “Saya memang jual narkoba pak, karena saya sudah kecanduan, kalau tidak jual narkoba dari mana saya bisa dapat sabu untuk dipakai, karena kerja sebagai sopir truk hanya cukup untuk mekan sehari-hari,” akui Hamid yang tidak ada rasa penyesalan.

Menurut Hamid, dirinya sudah tiga bulan menjual sabu-sabu didapat dari temanya di Desa Pagar Dewa dan dijual di kampung. “Saya jual di kampung itulah pak, sekali beli satu-dua jie, kemudian saya jadikan paket-paket kecil seharga Rp 200 ribu per paket,” ujar residivis kasus pencurian sawit tersebut.

Editor: rahimin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved