Senin, 20 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Tiba-tiba Tanah dan Batuan dari Tebing Menindih Rita dan Ponakan

"Saya dan Nafisa berada di bawah daun pintu, dan di atasnya terdapat material longsor"

Penulis: edijanuar | Editor: Duanto AS
Tribun Jambi
Tanah longsor menimbun rumah di Kabupaten Kerinci. 

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH – Siang itu, Senin (7/12), Rita bersama ponakannya, Nafisa, tengah berada di depan rumah di Dusun Lubuk Arai, Desa Pelayang Raya, Kecamatan Sungai Bungkal, Kota Sungaipenuh. Mendadak terdengar suara gemuruh dari depan rumah. Tiba-tiba, tanah dan batu ambruk ke sungai dan menimbun rumah.

Suara gemuruh itu membuat Rita langsung menyambarkan ponakannya, berlari ke dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Namun sayang, sesampainya di dalam, pintu jebol akibat hantaman material longsor, menindih tubuhnya dan Nafisa.

"Saat itu saya sedang bersama Nafisa di depan rumah. Tiba-tiba tebing yang tepat di depan rumah ambruk dan menimpa beberapa rumah di bawahnya," kata Rita.

"Saya dan Nafisa berada di bawah daun pintu, dan di atasnya terdapat material longsor,"lanjutnya.

Beberapa orang termasuk seorang balita yang cidera, menjadi korban longsor. Nafisa terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat luka ringan di kepala. Korban lainnya, Elpayanti, mengatakan terpaksa mengungsi ke rumah keluarga, sambil menunggu alat berat membersihkan lokasi. "Saat longsor terjadi, saya sedang masak di dapur," ungkapnya.

Dodoi dan isterinya, Susan, mengaku sempat melihat tanah bergerak saat terjadinya longsor. "Awalnya saya melihat tanahnya jatuh sedikit, itu sekitar pukul 12.00, dan setelah Adzan Zuhur tiba-tiba suara di sungai semakin keras, ternyata longsor," sebutnya.

Karena besarnya bongkahan tanah yang runtuh, aliran air terhambat lalu memasuki rumah warga yang ada di sekitar sungai. "Air sungai terhambat dan masuk ke dalam rumah," tambahnya.

Anggota TRC Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sungaipenuh, Yudi, mengatakan material longsor yang menimpa rumah warga, tidak hanya tanah saja, namun juga batu serta pohon. "Sekitar sembilan rumah rusak. Material longsor juga menerjang tembok penahan tebing Sungai Bungkal, sehingga air meluap dan menggenangi rumah warga," ungkapnya.

Ia mengatakan dua anak-anak menderita luka ringan di kepala, karena terkena serpihan batu. "Hanya saja lukanya tidak terlalu parah, dan tadi sudah dibawa ke rumah sakit," jelas Yudi.

Longsor itu, katanya, karena tebing terkena terjangan air sungai yang meningkat saat musim hujan. "Karena diguyur hujan kemarin, struktur tanah menjadi mudah longsor. Apalagi tebing sungai ini banyak mengandung batu," tambahnya.

Untuk membersihkan material longsor, beberapa unit alat berat sudah bekerja di lokasi. "Pembersihan sedang dilakukan, terutama jalur yang menghambat air sungai, agar tidak meluap menggenangu rumah warga," tandasnya.

Pantauan Tribun pascalongsor, ratusan orang mendatangi lokasi untuk membantu evakuasi dan membuka akses aliran air agar tidak meluap ke rumah warga. Dua alat berat dikerahkan untuk membersihkan material. Namun eskavator kesulitan masuk lokasi karena jalan sempit, sehingga terpaksa harus membuat jalan lebih dahulu.

Kepala BPBD Sungaipenuh, Irman Jalal, sekaligus Plt Kadis PU Sungaipenuh, mengatakan setelah mendapat laporan longsor langsung menuju lokasi. "Untuk mengevakuasi material longsor, kita sudah menurunkan dua unit eskavator ke lokasi. Mudah-mudahan material longsor dapat segera dibersihkan, agar aliran sungai kembali lancar. Kita juga mengimbau masyarakat selalu waspada," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved