Pilkada Serentak

‎Lapas Tanjabbar Dijaga Satu Peleton Brimob

Polres Tanjab Barat menetapkan 15 TPS sebagai daerah rawan dua atau tergolong sangat rawan

Penulis: Awang Azhari | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI/MUZAKKIR
Kapolda Jambi periksa pasukan terkait pengamanan Pilkada Serentak, Senin (7/12/2015). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Awang Azhari

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Polres Tanjab Barat menetapkan 15 TPS sebagai daerah rawan dua atau tergolong sangat rawan. Daerah ini semuanya berada di kecamatan yang jauh dari pusat kota atau harus diakses lebih dari tiga jam perjalanan dan rawan konflik, seperti daerah perbatasan, Batang Asam dan Kecamatan Senyerang.

Atas penetapan ini, satu TPS yang masuk kategori rawan dua dijaga oleh ‎satu orang aparat. Dan yang paling diperhatikan oleh kepolisian adalah Lembaga Pemasyarakatan (LP), karena dianggap sebagai kawasan rawan konflik, ini belajar dari pengalaman yang sudah terjadi.

Tak tanggung-tanggung, Kapolres Tanjung Jabung Barat, AKBP‎ Agus Sumartono menyebut, selain menempatkan satu orang polisi di satu TPS dan dua perwira, LP juga akan dijaga oleh satu peleton (30 orang) brimob.

"Kita perbantukan satu pleton birmob polres khusus untuk di Lembaga Pemasyarakatan," kata Agus saat diwawancarai di kantor KPUD, Selasa (8/12).

Sementara untuk daerah yang tergolong rawan satu (sedang), tercatat ada 70 TPS yang tersebar di semua kecamatan se Tanjab Barat.

Di luar itu, ada juga beberapa daerah yang dibagi bentuk kerawanannya, seperti rawan fanatik pemilih dan rawan geografis. Untuk rawan fanatik pemilih ini dilihat dari kejadian masa lalu, pilkada 2010. Bukan rawan konflik horizontal, tapi kata kapolres ada calon dari wilayah itu.

"Kita jaga agar pendukung tidak berbuat hal-hal yang tidak diinginkan," tukasnya.

Wilayah rawan fanatik pemilih ini diantaranya Kecamatan Tungkal Ulu, Merlung, Purwodadi dan Bram Itam. Kemudian rawan geografis karena surat suara harus diantar melalui jalur air, diantaranya Bram Itam, Senyerang, dan Seberang Kota.

Kini, lanjut Kapolres seluruh aparat sudah dikerahkan ke lapangan, ia memastikan tidak satupun surat suara yang tersebar lewat dari pemantauan aparat kepolisian.

Tugas berat kini membebani polisi, mereka menjadi garda paling depan untuk memastikan proses Pilkada 9 Desember ini berjalan aman, damai tak ada konflik horizontal.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved