EDITORIAL

Cerdaslah Memilih

Editorial Tribun Jambi

Editor: Duanto AS

Rabu, (9/12), masyarakat Provinsi Jambi akan menggunakan hak pilihnya, untuk menentukan siapa yang layak menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi, periode 2016-2021. Khususnya masyaraat di Kabupaten Batanghari, Tanjabbar, Tanjabtim, Bungo dan Kota Sungai Penuh, juga akan menentukan siapa yang akan menjadi bupati/wali kota di daerah pemilihan masing-masing.

Siapa yang layak, tentunya pasangan calon (paslon-red) yang akan mendapatkan suara terbanyak. Tentunya perolehan suara itu didapat secara terhormat. Bagaimana bisa menang dengan cara terhormat? Para kandidat paslon, tim sukses, lembaga penyelenggara pemilihan, aparat penegak hukum, birokrat dan masyarakat sebagai pengguna hak pilih, adalah mereka yang menjalankan peran dalam mensukseskan pemilihan umum tersebut, dengan cara-cara terhormat.

Secara sederhana, kita dapat menafsirkan arti kata "terhormat" dalam bahasa masing-masing.
Kalau benar-benar diujudkan, dapat dipastikan selama proses tahapan Pemilukada ini, kita tidak akan menjumpai praktik-praktik kotor yang mencemarkan nama baik pihak tertentu.

Tidak akan ada orang per orang yang rela nama baik keluarganya rusak, asal paslon tertentu nama baiknya rusak di mata masyarakat. Kalau kata "terhormat" itu benar-benar diterapkan, pastinya tidak akan ada saling ejek, saling hujat, saling fitnah di media sosial, bahkan hingga ke media massa.

Lantas, apakah pelaksanaan pemilukada di Jambi sudah dilakukan dengan cara-cara terhormat, sebagaimana layaknya dilakukan oleh orang-orang yang berbudaya? Jawabannya sudah ada di hati dan pikiran kita semua.

Besok, Jambi akan memiliki pemimpin untuk periode lima tahun ke depan. Cerdaslah menggunakan hak pilih Anda. Adalah wajar jika si A mendukung si X habis-habisan, barangkali karena ada kedekatan emosional kekeluargaan, atau bisa jadi memiliki utang budi. Pun dengan si B yang mati-matian membela si Y karena ada keuntungan yang akan diraih.

Kita sebagai masyarakat independen, bebas dan merdeka dalam menentukan pilihan. Karena itu, cerdaslah dalam menentukan pilihan.

Kita mengharapkan masyarakat Jambi memiliki budaya politik partisipan, yaitu budaya yang ditandai adanya kesadaran politik yang tinggi. Masyarakat yang sadar bahwa betapapun kecil partisipasi dalam sistem politik, tetap merasa berarti dan berperan dalam berlangsungnya sistem politik.

Ibarat berdagang, kehidupan politik sebagai sarana transaksi. Warga menerima menurut kesadarannya, tetapi dapat menolak menurut penilainnya sendiri. Menyadari sebagai warga negara yang aktif dan berperan sebagai aktivis. (*)

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved