Operator Setop Perang Tarif 4G
Sejak infrastruktur jaringan 4G long term evolution (LTE) rampung, para operator mulai gencar komersialisasi
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA- Sejak infrastruktur jaringan 4G long term evolution (LTE) rampung, para operator mulai gencar komersialisasi jaringan generasi keempat itu. Namun, nampaknya operator sudah tidak berminat mengadakan perang tarif layaknya zaman 3G dulu.
Menurut Direktur Utama (Dirut) PT XL Axiata Tbk Dian Siswarini, setiap operator sudah melewati tahap perang tarif. Sekarang mereka sudah tidak mengulangi lagi pengalaman itu. “Saya rasa semua operator ingin menghindari perang tarif,” kata Dian dalam diskusi “4G What’s Next” di Balai Kartini, Senin (7/12).
Dia menganggap perang tarif tidak akan memberi manfaat bagi pihak manapun, baik bagi operator maupun pelanggan. “Mungkin di awalnya memberikan manfaat kepada pelanggan berupa harga yang murah. Tapi, kalau harus kompensasi dengan kualitas, maka yang rugi adalah pelanggan,” ujar Dian.
Senada dengan Dian, Dirut PT Indosat Tbk Alexander Rusli pun berpendapat perang tarif hanya merugikan operator.
Sementara Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, pemerintah tidak perlu menetapkan tarif batas bawah (floor price) untuk layanan data operator seluler.
“Kalau perang tarif terjadi, operator akan memberikan layanan yang payah. Tapi, saya tidak akan mengeluarkan kebijakan floor price. Karena aturan ini tidak mempengaruhi faktor keselamatan layaknya industri penerbangan,” ujar Rudiantara.
Rudiantara mengatakan, pemerintah akan terus mengawasi operator seluler agar tidak melakukan perang tarif. Dia bahkan tidak segan-segan menegur operator yang masih berani mengadakan perang tarif.