Pemkab Tanjabbar Akan Lelang Kendaraan Dinas
Ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukkan aset, juga untuk menghindari terjadinya penelantaran aset kendaraan yang tidak terurus.
Penulis: Awang Azhari | Editor: Deddy Rachmawan
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Awang Azhari
TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL -Belum lama ini Pemkab Tanjab Barat sudah melelang ratusan kendaraan dinas yang berumur, baik untuk kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat, bahkan satu diantaranya mobil sedan mewah jenis volvo.
Sepertinya, tak lama lagi proses lelang itu akan kembali dilakukan setelah bagian aset meminta agar seluruh SKPD melakukan inventarisir terhadap aset-aset yang tak lagi digunakan, terutama untuk kendaraan dinas.
Ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukkan aset, juga untuk menghindari terjadinya penelantaran aset kendaraan yang tidak terurus.
Bukan cuma itu, langkah ini juga dianggap sebagai penunjang efisiensi anggaran yang sedang dikampanyekan Pemkab Tanjab Barat, mengingat kendaraan dinas yang sudah berumur memiliki biaya perawatan yang tidak sedikit.
"Bahkan terkadang antara biaya perawatan dan perbaikan tidak sebanding dengan fungsi kendaraan tersebut," kata Kabag Aset Setda Tanjab Barat, Yuda Rusmansyah, kemarin.
Dengan apa yang dilakukan ini lanjut dia, diharap terjadi pembenahan tata kelola aset agar tak lagi berantakan seperti yang sudah-sudah.
"Karena itu kita menargetkan tahun depan aset-aset kendaraan dinas yang sudah berumur sudah bisa dimasukan ke dalam daftar lelang," tukasnya.
"Nanti bukan kita yang menentukan mana kendaraan layak lelang, semua diserahkan kepada seluruh SKPD, mereka yang akan menilai mana aset layak lelang," lanjut Yuda.
Hal ini menjadi prioritas, namun sebagai catatan untuk SKPD agar tidak memasukan sebagian besar kendaraan yang dimiliki, karena dikhawatirkan malah menyebabkan kurangnya kendaraan operasional.
"Nanti jangan mentang-mentang akan dilelang semuanya diinventarisir, sehingga mereka tak memiliki kendaraan operasional. Setidaknya kendaraan yang usia sudah di atas lima tahun, yang kondisinya memang sudah tidak memungkinkan lagi. Ketimbang besar dalam biaya perawatan," pungkasnya.