Novel Baswedan Ditahan Polda Bengkulu

Setelah salat di Masjid Baitul Adli Komplek Korps Adhyaksa, Novel langsung bergegas untuk bertolak ke Bengkulu

Editor: Deddy Rachmawan
dani prabowo/kompas.com
Novel Baswedan saat akan meninggalkan Bareskrim Polri 2/5/2015 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Kepolisian Daerah Bengkulu menahan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan yang ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan..

Informasi itu diutarakan pengacara Novel, Muji Kartika Rahayu.

"Iya benar, Pak Novel sudah ditahan di Polda Bengkulu," kata Muji Kartika Rahayu saat dihubungi Tribunnews.com, Kamis (3/12/2015).

Baca juga: Mencoba Mengingat Kembali Kasus Novel Baswedan

Menurut Muji, penyidik KPK itu menolak menandatangani surat penahanannya.

Siang tadi, Novel Baswedan mendatangi gedung Kejaksaan Agung di Jakarta.

Dia tidak melakukan penandatanganan berkas acara perkara yang dilimpahkan Bareskrim Mabes Polri, tapi hanya menunaikan ibadah salat dhuhur.

Baca: Novel Bilang Penyidikan Terburuk di Kepolisian

Setelah salat di Masjid Baitul Adli Komplek Korps Adhyaksa, Novel langsung bergegas untuk bertolak ke Bengkulu.

Tiba di Bengkulu, menurut pengacaranya Saor Siagian, Novel dibawa ke Mapolda Bengkulu sembari menunggu pelimpahan kasus ke Kejaksaan Negeri provinsi tersebut.

Sebelumnya, penyidik KPK Novel Baswedan ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian terkait dugaan tindakan penganiayaan berat yang dilakukan saat masih bertugas di Bengkulu.

Kasus yang menjerat kerabat dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan ini sempat mencuri perhatian publik.

Pasalnya penetapan tersangka Novel dikaitkan dengan upaya mengkriminalisasi personel KPK dan menyebabkan polemik antara lembaga antirasuah itu dengan Kepolisian atau dikenal sebagai cicak versus buaya.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved