EDITORIAL

Luberan Sampah

Editorial Tribun Jambi

Editor: Duanto AS

BEBERAPA waktu lalu, Kota Jambi baru saja meraih penghargaan Adipura yang merupakan penghargaan untuk kebersihan kota. Piala ini sampai diarak karena merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi sebuah kota untuk meraihnya.

Namun penghargaan Adipura dibandingkan kenyataan di lapangan, terkadang membuat kerut juga. Kebersihan memang terlihat di banyak tempat, namun masalah sampah juga terus membayangi kota ini.

Persoalan sampah di kota ini kelihatannya belum menunjukkan kemajuan berarti. Hal ini terutama disebabkan masih rendahnya kesadaran warga Kota Jambi untuk menjaga kebersihan.

Di jalanan masih kerap kita temui warga buang sampah sembarangan. Bahkan perilaku ini tidak melihat kasta sosial lagi, karena sampah-sampah di jalan seringkali berasal dari dalam mobil pribadi.

Lalu di tempat-tempat pembuangan sampah di dalam kota, luberan sampah sampai ke jalan juga masih sering kita temui.Ditambah lagi kemalasan warga yang membuang sampah tidak di tempat sampah yang sudah disediakan, sehingga kerap kita baca tulisan semacam "Dilarang Membuang Sampah di Sini".

Kemarin, seperti yang diberitakan Tribun, Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Talang Gulo kembali menghadapi persoalan, karena dinding penahan yang runtuh sehingga tumpukan sampah meluber ke lahan warga, dan juga ke sungai kecil sehingga menghitamkan aliran sungai.

Persoalan TPA Talang Gulo ini sudah terjadi sejak 1997 lalu, atau sudah hampir 20 tahun yang lalu mengalami kelebihan volume sampah, sudah melewati kapasitasnya.

Dua masalah utama ini perlu menjadi perhatian pemerintah. Pertama, adalah masalah TPA Talang Gulo, dan kedua upaya peningkatan kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Penduduk kota ini terus bertambah, volume sampah pastinya terus meningkat. Dan kesadaran warga untuk setidaknya membuang sampah pada tempatnya masih rendah.

Apalagi di musim penghujan seperti ini, sampah-sampah yang bertebaran di jalan akan terbawa air sampai ke selokan, lama-lama selokan dipenuhi sampah. Selain membuat selokan mampet, juga menjadi sarang penyakit.

Pemerintah agaknya perlu terus-menerus melakukan pendidikan dan penyadaran pentingnya menjaga kebersihan untuk warga. Dapat dimulai dari sekolah dasar, sampai ke jenjang perguruan tinggi. (*)

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved