Smart Women

"Ogah Digaji Segitu!"

PROFESI guru merupakan tugas yang mulia. Tidak sebatas mengajar, guru juga bertanggung jawab mendidik

Penulis: rida | Editor: Fifi Suryani
TRIBUN JAMBI/ALDINO

TRIBUNJAMBI.COM - PROFESI guru merupakan tugas yang mulia. Tidak sebatas mengajar, guru juga bertanggung jawab mendidik dan membentuk karakter siswa.

Peringatan Hari Guru 25 November 2015 ini hendaknya menjadi momentum untuk mengingat kembali peran guru terhadap pembangunan bangsa. Eksistensi guru dalam membentuk generasi bangsa tidak bisa dielakan.

Namun disisi lain, dengan peran besar tersebut, kondisi guru terkadang justru dinomorduakan. Seperti yang dialami para guru honorer.

Aldila Rizqia Affandy (22) mengaku terkejut ketika mengetahui gaji yang akan diterimanya ketika hendak melamar sebagai guru honorer di sebuah SMAN favorit di Kota Jambi.

"Katanya saya cuma akan di gaji Rp 300 ribu satu bulan. Sekolah tidak ada dana lagi untuk membayar gaji guru yang layak. Saya gak mau," katanya, Sabtu (21/11).

Dara yang biasa disapa Dila ini merasa sangat miris melihat kondisi tersebut. Peran dan tanggung jawab guru yang sangat besar hanya dihargai Rp 10ribu sehari atau Rp 300ribu satu bulan. Angka ini tentu sangat jauh dari Upah Minimum Provinsi (UMP).

"Saya lebih baik di swasta saja dulu. Sekarang saya ngajar di bimbel dan ada ngajar private juga. Selain itu saya sedang mencoba peluang untuk melanjutkan S2," ungkapnya.

Anak pertama dari dua bersaudara ini berharap perlakuan terhadap guru semakin membaik. Tidak hanya guru yang berstatus pegawai negeri namun guru honorerpun hendaknya mendapat perhatian yang lebih baik.

"Semoga keadaan ini segera membaik. Guru itu kan profesi, harusnya dibayar sesuai dengan yang kita berikan," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved