Sabtu, 25 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Miss Canada Menunggu Berjam-jam di Bandara, Dia Ditolak Masuk Tiongkok

Ternyata, alasan penolakan tersebut karena saat Anastasia tinggal di Tiongkok...

Editor: Duanto AS
COSMOPOLITAN.CO.UK
Miss Canada angkat bicara mengenai penolakan pemerintahan China terhadap kehadirannya di ajang kompetisi Miss World. 

TRIBUNJAMBI.COM – Laporan dari The New York Times mengatakan bahwa Tiongkok menolak Miss Canada, Anastasia Lin (25), memasuki dataran Tiongkok untuk mengikuti pergelaran Miss World yang diselenggarakan di Hainan.

Ternyata, alasan penolakan tersebut karena saat Anastasia tinggal di Tiongkok, dia pernah mengikuti gerakan aktivis Hak Asasi Manusia dan kebebasan memeluk agama.

Anastasia yang mahir bermain piano ini mengaku sangat kecewa atas perlakuan pemerintah China terhadap dirinya.

Usai berjam-jam menunggu kepastikan di bandara internasional Hongkoh, Anastasia mendapatkan kabar bahwa dia tidak akan bisa melanginjakkan kaki di Tiongkok.

Pemerintah China bahkan tidak menggubris bahwa kenyataan kehadiran Anastasia atas undangan 65th Miss World Competition.

“Ini sangat menyedihkan. Maksud saya, saya hanyalah seorang pelajar dan ratu kecantikan. Apa yang mereka takutkan dari saya,” ujar Anastasia saat wawancara lewat telpon dengan New York Times.

Menanggapi isu ini, Kedutaan Besar Tiongkok di Ottawa, Kanada, menjelaskan bahwa China tidak melarang aktivitas berorganisasi, termasuk kompetisi Miss World. Namun, Tiongkok tidak mengizinkan persona non grata atau orang yang tidak diinginkan masuk ke negara mereka,”.

Ternyata, persoalan ini tak berhenti sampai kejadian deportasi tersebut. Sebab, menurut Anastasia, pemerintahan Tiongkok telah melakukan aksi intimidasi pada ayahnya yang tinggal di Tiongkok.

Pemerintah Tiongkok diketahui mengunjungi ayah Anastasia dan mengemukakan keluhan karena kegiatakan putrinya di masa lalu tersebut.

Menurut Anastasia, sekarang ayahnya seperti takut bicara dengannya lewat telpon.

Tidak tinggal diam menerima ketidakadilan ini, Anastasia pun menulis surat terbuka di Washington Post.

“Jika saya tidak vokal dan bicara soal apa yang benar, maka saya akan mengirimkan pesan buruk pada mereka yang memiliki pengalaman seperti saya. Mereka diintimidasi pemerintah dan tidak berdaya untuk memperjuangkan hak asasi mereka,” tegas Anastasia.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved