Pemerintah Pakai Dana Hibah untuk Restorasi Gambut

Pemerintah akan menggunakan dana hibah senilai US$ 6,7 juta untuk merestorasi atau memulihkan

Editor: Fifi Suryani
Kompas
SUTOPO PURWO NUGROHO Lahan bekas kebakaran di Nyaru Menteng Palangkaraya sudah ditanami kelapa sawit. Foto diambil dari Twitter Kepala Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Pemerintah akan menggunakan dana hibah senilai US$ 6,7 juta untuk merestorasi atau memulihkan lahan gambut yang terbakar.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bhakar mengatakan, dana hibah tersebut berasal dari tiga negara.

Rincinnya, sekitar US$ 800 juta dari Norwegia, US$ 3 juta dari Inggris, dan US$ 2,9 juta dari Amerika.

"Ada juga dana lain dari Bank Dunia yang saya masih bahas," katanya Selasa (24/11).

Siti mengatakan, dana hibah tersebut rencananya akan digunakan pemerintah untuk merestorasi lahan gambut melalui Badan Restorasi Ekosistem Gambut.

Saat ini, badan tersebut sedang dibentuk oleh pemerintah dan ditargetkan selesai sebelum akhir tahun ini.

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved