Smart Women

Makin Dilarang, Makin Penasaran

POLWAN cantik Iptu Shisca Agustina mungkin sudah tak asing lagi bagi sejumlah orang. Si bungsu dari dua bersaudara

Penulis: rida | Editor: Fifi Suryani
TRIBUN JAMBI/ALDINO

TRIBUNJAMBI.COM - POLWAN cantik Iptu Shisca Agustina mungkin sudah tak asing lagi bagi sejumlah orang. Si bungsu dari dua bersaudara ini biasa wara wiri menjadi presenter pantauan lalu lintas National Traffic Management Center (NTMC) Korlantas Polri yang disiarkan oleh sejumlah televisi swasta nasional selama dua tahun terakhir.

"Saya baru di Jambi. Baru satu bulan dipercaya menjadi Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polresta Jambi," katanya pekan lalu saat berbincang dengan Tribun di Kofeluv.

Jambi merupakan penempatan pertama perempuan yang kerap disapa Chacha ini. Ia mengaku sangat menikmati kehidupannya di Jambi. Terutama soal pekerjaan.

Dipercaya menjadi Kanit PPA memberikan kesan tersendiri bagi Chacha. Ia yang sudah malang melintang di berbagai divisi dalam tubuh Polri merasa banyak menemukan pelajaran dalam sejumlah kasus yang ditanganinya. Terutama pada kasus pelecehan seksual dan kekerasan terhadap anak.

Di Provinsi Jambi sejak Januari hingga Oktober, tercatat ada 249 kasus pelecehan seksual dan kekerasan terhadap anak. Tidak hanya terjadi di kabupaten. Kasus tersebut juga dialami sejumlah anak di Kota Jambi.

Chacha mengaku sangat prihatin terhadap kondisi tersebut. Sejumlah anak menjadi korban dari oknum pelaku pelecehan seksual yang merupakan orang-orang terdekatnya.

"Ini saya baru tangani pelecehan seksual seorang guru kepada anak siswa," sebutnya.

Menurut lulusan Akpol tahun 2012 Detasemen Wiratama Bhayangkara ini pengawasan orang tua sangat penting untuk meminimalisir tindak pelecehan seksual terhadap anak. Ia mengatakan para orang tua harus peka terhadap keseharian buah hati.

Rasa ingin tahu yang besar pada anak menurutnya terkadang menjadi bumerang tersendiri jika tidak dibimbing dan diawasi dengan bijak.

"Mindset seorang anak itu, semakin dilarang dia akan semakin penasaran ingin tahu. Kebiasaan yang mengatakan kamu nakal, kamu bandel, kamu jangan begini, jangan begitu harus dihilangkan. Harus diganti. Anak harus diberi pengertian yang lebih edukatif," tegasnya.

Pengertian tersebut dapat berupa mengajarkan anak pola sebab akibat. Ketika anak tidak boleh melakukan sesuatu maka harus dilakukan dengan menyuruhnya melakukan hal lain yang lebih baik. Sembari menjelaskan mengapa ia tidak boleh melakukan hal tersebut.

Cara penyampaian orang tua kepada anak pun harus diperhalus. Menurut Chacha keras terhadap anak boleh-boleh saja. Namun bukan melakukan kekerasan terhadap anak.

Kesalahan fatal juga kerap dilakukan orang tua dengan menakut-nakuti anak pada keberadaan polisi. Sebaliknya anak harus diajarkan bahwa polisi adalah sahabat dan pelindungnya.

"Jangan menakut-nakuti anak kecil sama polisi. Dari kecil diajari begitu makanya sudah gede dia jadi takut polisi," sebut Chacha.

Sebaliknya anak harus diajarkan sejak kecil bahwa polisi adalah penolong ketika ada yang melakukan perbuatan tidak baik terhadapnya. Chacha berharap anak-anak bisa dekat dengan polisi. Kondisi ini suatu hari nanti akan sangat membantu jika anak mesti memberikan keterangan kepada polisi terhadap masalah yang menimpanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved