Breaking News:

Kalla: Akar Konflik Aceh Adalah Masalah Ekonomi

Saat menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Syiah Kuala, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla

Editor: Fifi Suryani
ANTARA FOTO/WIDODO S JUSUF

TRIBUNJAMBI.COM, BANDA ACEH - Saat menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Syiah Kuala, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyampaikan orasi ilmiahnya di hadapan Senat Universitas, Sabtu (14/11).

Dalam orasi ilmiahnya, Kalla menyebutkan, awal mula persoalan di Aceh dipicu oleh masalah ketidakadilan di bidang ekonomi, bukan semata-mata masalah ideologi dan politik.

Untuk itu, lanjutnya, penyelesaian masalah Aceh harus betul-betul memerhatikan pemenuhan keadilan ekonomi yang bertujuan untuk mencapai kesejahteraan bagi masyarakat Aceh.

“Momentum gempa dan tsunami tanggal 26 desember 2004 menyadarkan semua pihak bahwa pada akhirnya yang harus diperjuangkan adalah masyarakat Aceh, bagaimana mengangkat harkat dan martabat mereka yang selamat dari bencana. Konflik dan kekerasan, terutama dengan senjata, sama sekali tidak akan membantu mengangkat harkat dan martabat mereka yang selamat di Aceh,” ujar Kalla.

Saat menuturkan pengalamannya pada tahun 2005 di Aceh, Kalla mengatakan fokus dan perhatian semua pihak baik dalam negeri maupun luar negeri pada saat itu hanya tertuju untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Aceh, yaitu melakukan pemulihan dan pembangunan di Aceh.

“Kita semua akan memetik hasil dari apa yang telah kita kerjakan di masa lalu,” ujar Kalla.

Melalui keberhasilan yang telah dicapai dalam penyelesaian konflik secara damai, lanjutnya, catatan sejarah bagi Aceh juga bertambah. Pengalaman Aceh jadi rujukan banyak pihak, baik dalam maupun luar negeri.

Model penyelesaian tersebut direkomendasikan sebagai alternatif penyelesaian bagi konflik-konflik di wilayah lain.

“Salah satunya adalah bahwa nanti pada 7-9 Desember 2015 akan ada delegasi Columbia mau melihat model damai Aceh untuk menyelesaikan konflik di sana,” katanya.

Keberhasilan Indonesia juga mendapat apresiasi dari Presiden Finlandia Martti Ahtisari yang mengatakan bahwa penyelesaian konflik di aceh merupakan salah satu contoh menciptakan perdamaian dunia. (Kontributor Banda Aceh, Daspriani Y Zamzami)

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved