Inflasi

BI Optimistis Inflasi 2015 di Bawah 3,6%

Laju inflasi akhir tahun ini diyakini akan terkendali. Bahkan, Bank Indonesia (BI) memproyeksikan,

Editor: Fifi Suryani

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Laju inflasi akhir tahun ini diyakini akan terkendali. Bahkan, Bank Indonesia (BI) memproyeksikan, laju inflasi jauh berada di bawah target dalam asumsi makro ekonomi yang terdapat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015 sebesar 4% plus minus 1%.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, dari hasil survei pemantauan harga (SPH) BI pada minggu pertama November 2015, indeks harga konsumen (IHK) secara tahunan menunjukkan inflasi sebesar 4,8%.

Rendahnya angka inflasi, lantaran hilangnya base effect dari tingginya inflasi November tahun lalu akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi tahunan di November 2014 sebesar 6,23%, melonjak dari bulan sebelumnya 4,83%.

Sementara, inflasi bulanan November 2014 tercatat sebesar 1,5%. Pada November 2015, Perry memperkirakan bakal kembali terjadi inflasi seperti tahun lalu. Tapi angka inflasinya masih mini.

Rendahnya angka inflasi tersebut, disebabkan oleh harga barang konsumsi khususnya pangan yang masih terkendali serta terkendalinya harga barang impor. Dengan rendahnya proyeksi tersebut, inflasi akhir tahun ini pun diperkirakan lebih rendah dari target.

"Semula kami membicarakan inflasi akhir tahun ini bisa mencapai 3,6%. Tetapi kemungkinan bisa lebih rendah dari itu," kata Perry, Kamis (12/11). Jika nanti inflasi pada akhir tahun ini memang bisa lebih rendah dari 3,6%, maka akan menjadi inflasi terendah selama lima tahun terakhir.

Ekonom BCA David Sumual meyakini, inflasi akhir tahun bisa berada di kisaran 3%-3,5%. Dengan catatan, pemerintah dapat menjaga stabilitas harga beras di akhir tahun.

Ekonom Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Dody Ariefianto pun optimistis inflasi akan rendah karena didorong dua faktor utama, yaitu pangan dan harga BBM yang terkendali. Di samping itu pelemahan kinerja ekonomi juga punya kontribusi terhadap inflasi karena daya beli masyarakat masih lemah.

Adapun inflasi year to date pada Oktober 2015 baru mencapai 2,15%. Dodi memproyeksi, inflasi bulanan pada November mencapai 0,3% dan Desember mencapai 0,8%-1%.

Jika ditotal maka inflasi di dua bulan terakhir ini bisa sekitar 1,1%-1,3%. Dia memproyeksikan, inflasi akhir tahun ini berada dalam kisaran 3,25%-3,45%.

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved