Unit Reaksi Cepat TNI AL Ringkus Perompak yang Beraksi di Selat Malaka

Pasukan reaksi cepat Komando Armada Barat TNI AL atau Western Fleet Quick Response (WFQR) meringkus anggota sindikat perompak

Unit Reaksi Cepat TNI AL Ringkus Perompak yang Beraksi di Selat Malaka
TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO
Ilustrasi: Pasukan katak TNI AL berusaha melumpuhkan perompak dalam simulasi pembebasan sandera. 

TRIBUNJAMBI.COM - Pasukan reaksi cepat Komando Armada Barat TNI AL atau Western Fleet Quick Response (WFQR) meringkus anggota sindikat perompak yang biasa beraksi di beberapa tempat.

Gayor, tersangka yang berasal dari Indramayu, Jabar, ini ditangkap petugas di Batam pada Senin malam (9/11/2015).
Kepala Dispenal Laksamana Pertama M Zainudin mengatakan, Gayor merupakan anggota sindikat Waskim.

"Saat ini tersangka masih dalam interogasi dan pengembangan oleh Tim WFQR 4," jelas Zainudin kepada Tribunnews.com, Selasa (10/11/2015)

Kelompok Waskim adalah sindikat spesialis kejahatan pengambilan sparepart di atas kapal dengan menggunakan kekerasan.
Lokasi operasi mereka berpindah-pindah, tergantung situasi rapat tidaknya keamanan. "Lokasi operasi di perairan Selat Malaka, Perairan Dumai dan Perairan Teluk Jakarta," ujar Laksma TNI Zainudin.

Selama ini, lanjut Kadispenal, ada dua sindikat besar yang beraksi di Selat Malaka, yaitu Sindikat M. Zakir dan Sindikat Waskim.

"Jaringan Waskim sudah berhasil dibongkar oleh Tim WFQR, mulai dari pelaku-pelaku yang selalu beraksi di kapal, gudang tempat penyimpanan barang hasil kejahatan, serta penadah barang yang berada di wilayah Jakarta," ujar perwira bintang satu ini.

Editor: rahimin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved