Kakak Adik Terbakar Ledakan Lampu Teplok
Kejadian tragis menimpa keluarga Yusuf (38) dan Rosidah (33) warga Ulak Makam, Kecamatan Tabir Ilir, Kabupaten Merangin.
Penulis: Herupitra | Editor: Nani Rachmaini
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra
TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO – Kejadian tragis menimpa keluarga Yusuf (38) dan Rosidah (33) warga Ulak Makam, Kecamatan Tabir Ilir, Kabupaten Merangin. Kulit dua putri mereka Misrilanda (4) dan Yuristika (2) melepuh setelah mengalami luka bakar akibat lampu teplok meledak.
Meski kejadian tersebut telah berlangsung satu bulan yang lalu, namun satu dari korban yakni Misrilanda masih terbaring di rumah sakit hingga saat ini. Luka bakar yang dialami bocah ini belum juga sembuh.
Ditemui di RSUD Bangko, Selasa (10/11) bocah ingusan ini masih merengek menahan sakit. Kedua kaki dan tangan serta badan terlihat masih basah akibat luka bakar. Beberapa perban juga terlihat masih menempel di lutut dan sikunya.
“Sakit jangan disiram,” ujar Misrilanda saat petugas RSUD memberikan cairan di bagian lukanya.
Orang tua korban Rosidah yang menemani anaknya ini menceritakan, anaknya tersebut mengalami luka bakar akibat lampu teplok di rumahnya meledak. Kejadian berawal saat listrik mati di wilayah tersebut.
Sekitar pukul 20.00 Wib, keluar kurang mampu ini membeli minyak tanah di warung dekat rumahnya. Namun saat memasukkan minyak lampu yang menyala tersebut tiba-tiba meledak.
Ledakan tersebut menyambar kedua putrinya yang saat itu duduk di dekat lampu. Api lalu membakar kedua putrinya.
“Hanya kedua anak saya yang terbakar akibat ledakan itu. Saya tidak tahu apakah minyak tanah tersebut oplosan atau tidak,” jelasnya.
Diungkapkannya, melihat anaknya terbakar bersama suaminya mereka lalu berusaha memadamkan api. Beberapa saat api berhasil dipadamkan dari tubuh anak-anak mereka.
“Setelah kejadian anak kami langsung dibawa ke puskesmas. Adeknya sudah sembuh, tapi kakaknya belum sampai sekarang,” sebutnya.
Dia mengatakan, anak tertuanya ini terpaksa dibawa ke RSUD Bangko, karena pihak puskesmas sudah tidak mampu lagi menanganinya.
“Di rumah sakit ini, kami sudah 11 hari di sini. Luka bakarnya sudah mulai beransur sembuh,” sebutnya.
Karena keterbatasan biaya dirinya berharap ada perhatian dari pemerintah setempat. Terutama biaya selama meraka berada di rumah sakit.
“Saya hanya ibu rumah tangga, sedangkan suami hanya buruh tani,” tuturnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/luka-bakar-bangko_20151110_165800.jpg)