Tahun Ini Kota Jambi Datangkan 400 Gerobak Sampah

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI-Wali Kota Jambi Syarif Fasha mengatakan, banjir yang terjadi di Kota Jambi disebabkan oleh

Penulis: Jaka Hendra Baittri | Editor: ridwan

Laporan wartawan Tribun Jaka Hendra Baittri 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI-Wali Kota Jambi Syarif Fasha mengatakan, banjir yang terjadi di Kota Jambi disebabkan oleh dua faktor. Pertama faktor meluapnya Sungai Batanghari, dan faktor kedua adalah intensitas hujan yang tinggi.

"Karena posisi kita berada pada dataran rendah, maka luapan air sungai juga mengakibatkan banjir," kata Fasha, Kamis (5/11). Dia menambahkan, khusus untuk banjir luapan air sungai, pemerintah pusat sudah membangun pengendali banjir atau Jambi Flood Control (JFC) yang pembangunannya diperkirakan tahun depan selesai.

Sementara, untuk banjir akibat intensitas hujan yang sangat tinggi, Pemkot Jambi sudah memperbaiki saluran drainase, pengerukan sampah, hingga normalisasi sungai. Wali Kota mengimbau agar masyarakat tidak membuang sampah di tempat yang tidak sesuai. Karena hal itu bisa mengakibatkan banjir.

"Tahun ini kita akan datangkan 400 gerobak sampah. Nanti kita distribusikan ke tiap wilayah dalam kota Jambi, sehingga sampah bisa terorganisir. Sekali lagi saya mohon nian, kepada warga agar membuang sampah pada tempatnya," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI H Bambang Hidayah mengatakan bahwa, sebagus-bagusnya drainase yang akan dibangun, namun kalau ada sampah yang menyumbat tetaplah drainase tersebut tidak mampu berfungsi dengan maksimal.

"Apalagi dengan keberadaan pengendali banjir (JFC) yang sekarang dalam tahap pembangunan, dan diharapkan selesai semua 2018, hendaknya masyarakat bisa mengubah perilaku membuang sampah tidak pada tempatnya, saatnya sekarang buanglah sampah di tempatnya," ungkap Bambang Hidayah kepada Tribun Jumat lalu.

Terkait itu, katanya, tahun 2016 pihak BWSS VI mulai memodifikasi pintu air Sungai Asam lengkap dengan pompanisasinya. Bahkan di sana akan dipasang pintu air elektrikal (otomatis) dan mengganti pintu manual yang ada sekarang. Hanya saja, katanya di lokasi itu ruang gerak untuk bekerja sangat sempit.

Karena banyak rumah dan ada jalan, belum lagi masyarakat buang sampah di sembarang tempat sehingga akan menjadi kendala. "Jadi dimohon kepada camat dan lurah bisa membantu dalam pelaksanaan nanti," harap Bambang. (bai)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved