Minta Pelaku PETI Ditembak di Temat Saja

TRIBUNJAMBI.COM, TRIBUN - Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang tak kunjung berakhir di Kabupaten

Penulis: qomaruddin | Editor: ridwan

Laporan wartawan Tribun Pepeng

TRIBUNJAMBI.COM, TRIBUN - Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang tak kunjung berakhir di Kabupaten Merangin, membuat gerah Forum Bersama Peduli Merangin (F-BPM). Untuk menghentikan aktivitas tersebut, mereka meminta agar pelaku PETI ditembak di tempat.

Hal itu disampaikan oleh Koordinator F-BPM, Masroni ditemui akhir pekan kemarin. Dia menuturkan, sudah tiga tahun lebih aktivitas PETI terus berlangsung di Merangin.

Para pelaku PETI sebutnya, bahkan tak menghiraukan imbauan dan peringatan Pemerintah Daerah (Pemkab), maupun dari pihak kepolisian. Aktivitas tersebut terus berlangsung, bahkan secara terang-terangan.

"Menurut catatan kami (F-BPM), sejak 2013 hingga sekarang sudah 26 korban tewas akibat PETI. Jumlah ini akan terus bertambah jika tidak segera dihentikan," kata Masroni.

Sejauh ini sebutnya, banyak masyarakat yang dikorbankan dari aktivitas PETI, sementara yang menikmati hanya para pelaku itu sendiri.

"Sawah sekarang sudah menjadi hamparan batu, sungai tercemar dan TNKS sudah dirusak. Apa tidak ada pekerjaan tanpa harus mengorbankan orang lain," sesalnya.

Menurut Masroni, melihat upaya aparat dalam menertibkan PETI, jauh dari kata berhasil. Aktivitas PETI terus saja berlangsung di berbagai tempat, dengan menggunakan alat berat jenis ekskavator.

"Mereka tak menghiraukan larangan aparat lagi. Tindakan persuasif dan prepentif tidak membuat mereka berhenti, kecuali tembak di tempat. Untuk itu kita meminta kapolres untuk tembak di tempat pelaku PETI. Mereka pelaku PETI tidak beda dengan perampok," tegasnya.

Terkait hal ini Kapolres Merangin, AKPB Munggaran Kartayuga dikonfirmasi mengatakan, pihak terus melakukan penertiban PETI. Bukan saja melalui tindakan persuasif dan prepentif, tindakan penangkapan dan pembakaran juga sudah sering dilakukan.

"Kami lakukan tindakan, kemarin kami membakar 10 dompeng yang beroperasi," sebut Kapolres ditemui, Selasa (3/11).
Disinggung adanya permintaan untuk menembak di tempat pelaku PETI, kapolres menegaskan, tindakan seperti belum bisa dilakukan, karena aktivitas PETI sudah merupakan konflik di tengah masyarakat."Ya kita harus melihat dulu. Inikan sudah merupakan konflik bersama," jelasnya.

Namun sebutnya, pihak akan terus berupaya untuk menertibkan aktivitas PETI. Siapapun pelaku lanjutnya, semuanya akan ditindak sesuai aturan yang ada. "Kami akan terus melakukan razia. Sejauh ini sudah banyak pelaku PETI yang kita proses," pungkasnya. (pit)

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved