BLHD Tanjabbar Segel Pompa Air PT FW, Warga: Tengah Malam Beroperasi

Belum lama ini pihak Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Tanjung Jabung Barat melakukan penyegelan.

Penulis: Awang Azhari | Editor: Nani Rachmaini

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Awang Azhari

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL -Belum lama ini pihak Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Tanjung Jabung Barat, melakukan penyegelan terhadap mesin pompa air milik PT FW yang bergerak di pengolahan minyak kelapa sawit, ‎di Kecamatan Batang Asam.

Penyegelan terjadi karena perusahaan ‎belum memiliki izin pengambilan air permukaan dari Pemerintah Provinsi Jambi, namun ternyata sudah beroperasi dan proses penyedotan air dari Sungai Tantang, Dusun Suban II Batang Asam sudah dilakukan oleh perusahaan.

Hal ini selain menyalahi aturan juga menimbulkan kekhawatiran, mengingat Sungai Tantang merupakan sumber irigasi untuk sekitar 1.300 hektare lahan sawah di Sri Agung.

Penyegelan mendapat apresiasi dari Kepala Biro SDA Provinsi Jambi, Masherudin. Hal tersebut menurutnya harus dilakukan dan memang mesti ada tindakan tegas.

‎Sejauh ini lanjut Masherudin, pihaknya memang belum menerima laporan izin pengambilan air permukaan tanah dari PT FW ke pihak provinsi. "Saya akan coba cek lagi.‎ Kalau tidak ada izin memang harus disegel dan ditindak tegas sampai proses izinya diurus," kata dia kepada awak media.

Hanya saja penyegelan yang dilakukan BLHD Tanjab Barat sekarang malah jadi pergunjingan banyak pihak, karena menurut info yang Tribun himpun, bahwa yang disegel hanya tuas sehingga mesin pompa tetap bisa beroperasi.

Bahkan menurut warga sekitar, Rapik, ‎mesin pompa itu hidup saat tengah malam. "Rumah saya dekat dengan mesin pompa itu, saya tahu persis bagaimana kondisi di lapangan. Tengah malam mesin itu memang hidup," ungkapnya.

Dikonfirmasi soal ini, pihak BLHD yang melakukan penyegelan di lapangan, Syamsul kepada Tribun kemarin menyebut bahwa mesin tersebut sampai sekarang masih ditutup. Bahkan menurutnya penyegelan dilakukan menggunakan tiga gembok dan seluruh kunci BLHD yang pegang.

Lalu bagaimana bisa mesin pompa kembali hidup di tengah malam? Syamsul yang dihubungi via ponsel terdengar kaget dan menyebut bahwa pihaknya belum mendapatkan laporan soal itu.

"Sekarang saya ada dinas di Padang, itu kurang tau juga. Gemboknya ada tiga, semua kami yang pegang. Nanti akan dicek lagi ke bawah, akan kami tindak lanjuti," tandasnya.

Sampai saat ini aktivitas perusahaan tersebut terus dipantau oleh banyak pihak, termasuk pemerintah dan legislatif. Sayang belum ada pihak dari PT FW yang dapat dikonfirmasi terkait persoalan tersebut.

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved