Di Cina, Orang dengan Keterbatasan Fisik Bisa Jadi Polisi
Menjadi polisi di Indonesia memang lah harus dituntun memiliki kesempurnaan secara fisik.
Penulis: Andreas Eko Prasetyo | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI.COM - Menjadi polisi di Indonesia memang lah harus dituntun memiliki kesempurnaan secara fisik.
Ada saja kekurangan pada syarat fisik yang ditentukan, semisalnya buta warna, rabun dan cacat, maka pupuslah sudah menjadi seorang polisi di Indonesia.
Berbeda dengan negara Cina, negara yang dikenal kuat dari sisi militernya ini, malah menjadikan orang-orang dengan kekurangan fisik menjadi polisi, tepatnya sebagai relawan polisi.
Seperti cerita pada foto, Untuk bulan lalu, tampak di persimpangan Caitang di Xiamen, Fujian, terlihat polisi lalu lintas, yang mengatur jalan namun (maaf) hanya memiliki satu kaki dan dibantu tongkat untuk berjalan.
Dia adalah Xie Qiming, satu di antara Relawan Polisi lalu lintas di negara itu.

Setelah video tentang dia mengatur lalu lintas menyebar di dunia maya minggu lalu, jutaan netizen pun banyak yang bangga dengannya.
Cie yang sebenarnya merupakan pemilik toko ponsel lokal, mengalami kehilangan kaki kanannya dalam kecelakaan mobil sembilan bulan lalu.
Setelah Xiamen mengetahui, pemerintah kota mulai melakukan perekrutan relawan polisi lalu lintas April lalu.
Xie akhirnya diterima dan menjadi polisi relawan di negara itu. Bahkan selama beberapa bulan ini, Xie berhasil menghentikan pelanggaran yang dilakukan pejalan kaki dan pengemudi motor yang mengemudi di jalur yang salah.
Dia bilang dia ingin menggunakan pengalamannya sendiri untuk meningkatkan kesadaran tentang keselamatan lalu lintas.
Sumber : cctv news
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/polisi-disabilitas_20151103_110503.jpg)