Kunjungan Presiden

Ini yang Dibahas Presiden dan Mensos Saat Kunjungi SAD

Pada lokasi kedua, kunjungan di Perman Sosial, Dusun Margo Rahayu, Perumahan Sosial, presiden bersama Tumenggung Grip dan Tarib

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi | Editor: Deddy Rachmawan
zoom-inlihat foto Ini yang Dibahas Presiden dan Mensos Saat Kunjungi SAD
ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan
Presiden Joko Widodo (tengah), didampingi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani (ketiga kiri), dan Menteri Kesehatan Nila Moeloek (kedua kiri) membagikan Kartu Indonesia Sehat (KIS) kepada warga Suku Anak Dalam (Orang Rimba) saat melakukan kunjungan ke Desa Bukit Suban, Air Hitam, Sarolangun, Jambi, Jumat (30/10). Presiden mengunjungi kawasan penyangga Taman Nasional Bukit Dua Belas (TNBD) guna memberi bantuan dan mendengarkan keluhan Orang Rimba yang terpaksa mengungsi akibat terdampak asap kebakaran hutan. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/kye/15

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rian Aidilfi Afriandi.

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kunjungan Presiden RI Jokowi juga dijadwalkan ke Sarolangun untuk melihat kondisi SAD yang terpapar kabut asap dan sempat mengungsi ke daerah lain untuk mencari udara bersih.

Mengutip pembicaraan Presiden RI di sana, Tribun menghubungi Kristiawan, selaku Koordinator Unit Kajian Suku-suku Warsi.

"Kunjungan Presiden RI tadi ada di dua tempat, di Dusun Marko Rahayu, Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam dan Perman sosial, Dusun Margo Rahayu, Perumahan Sosial yang dibangun Kemensos Pada 2013 silam," ujarnya kepada Tribun via ponsel, Jumat (30/10).

Ia mengatakan, di sana membahas terkait dengan bencana kabut asap yang diterima Orang Rimba, dan apa yang bisa dibantu oleh pemerintah.

"Diskusi di lokasi pertama tadi membahas lebih kepada apa yg bisa dibantu pemerintah. Orang Rimba minta dibantu rumah dan lahan pertanian minimal 2 hektare," kata Kristiawan

Pada lokasi kedua, kunjungan di Perman Sosial, Dusun Margo Rahayu, Perumahan Sosial, presiden bersama Tumenggung Grip dan Tarib, mendiskusikan apa yang bisa dibantu.

"Orang Rimba mengharap sarana kebersihan dan sumber air bersih. Karena selama ini yang mereka gunakan tidak layak minum karena sudah banyak tercemar dari kebun sawit," lanjutnya.

Dikatakannya, Presiden bilang akan ditindak lanjuti dengan menteri, bupati dan gubernur.

Simak ulasan lebih mendalam di Tribun Jambi edisi Sabtu 31 Oktober 2015

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved