Menteri Rini Mengaku Kena Tegur Jokowi
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengaku dapat teguran dari Presiden Joko Widodo
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengaku dapat teguran dari Presiden Joko Widodo perihal pembangunan pipa gas yang belum dilaksanakan dengan baik.
Untuk itu Rini pun meminta anak usaha Pertamina, PT Pertamina Gas (Pertagas) dan Perusahaan Gas Negara (persero) Tbk bisa akur dalam bekerja.
"PGN dan Pertagas ini belum berjalan lancar, mengenai pipa-pipa. Kemarin Presiden singgung kita semua, masih kurang sinergi di perpipaan," ujar Rini di kantor Kementerian BUMN, Senin (26/10).
Rini pun mengaku kecewa dengan program sinergi BUMN yang belum dilaksanakan secara penuh oleh Pertagas dan PGN. Padahal jaringan pipa gas, kata Rini untuk kepentingan masyarakat banyak saat ini.
"Sinergi PGN dengan Pertagas tidak lancar, terutama terkait pipa-pipa," ujar Rini.
Selama satu tahun menjabat sebagai Menteri BUMN, Rini pun sudah mempersiapkan program jangka panjang untuk proyek selama empat tahun mendatang pada kabinet kerja.
Rencananya nasib dua perusahaan BUMN akan ditentukan dalam waktu dua bulan lagi.
"Dalam dua bulan mendatang akan ada lagi roadmap empat tahun mendatang," papar Rini.
Rini menambahkan telah mendapat arahan dari Presiden Jokowi agar ada pembentukan holding BUMN.
"Dengan arahan Presiden, kita finalkan roadmap," kata Rini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/03092015_rini-soemarno_20150903_150613.jpg)