Irman: Asap Bikin Seluruh Daerah Kewalahan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Penjabat Gubernur Jambi, Irman mengklaim kebakaran hutan dan lahan di Jambi saat ini

Penulis: Dedy Nurdin | Editor: ridwan

Laporan wartawan Tribun Dedy Nurdin

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Penjabat Gubernur Jambi, Irman mengklaim kebakaran hutan dan lahan di Jambi saat ini sudah berhasil diatasi. Namun, kabut asap yang saat ini masih pekat dan berada pada level berbahaya bagi kesehatan merupakan kiriman dari provinsi tetangga.

Irman mengklaim penanganan kebakaran hutan dan lahan telah menekan titik hotspot. Bahkan dalam satu bulan terakhir, titik hotspot di Jambi terkendalikan."Hari ini cuma satu hotspot dan titik api tidak ada. Kita kewalahan melarang asap ini ke Jambi. Semua daerah kewalahan," ujar kemarin.

"Asap bukan dari sini tapi dari daerah lain, tergantung dari arah anginnya,"ujarnya. Kebakaran hutan dan lahan di provinsi Jambi sampai saat ini terus meluas, dari data yang dinas kehutanan provinsi Jambi tercatat 15.867 ha terbakar selama musim kemarau.

Seperti disampaikan Irmansyah, Kepala dinas Kehutanan Provinsi Jambi, dari luas yang terbakar 33 persen berada di dalam kawasan hutan. Sementara, 67 persennya di luar kawasan hutan.

Irmansyah juga mengatakan dari luas terbakar 80 persen terjadi di lahan gambut. Sementara update titik Hotspot Senin (26/10) berdasarkan hasil pantauan satelit NOAA di Jambi hanya terpantau satu titik hotspot, "Di Sumatra Selatan terpantau 14 titik hotspot," katanya usai menghadiri sidang paripurna di DPRD Provinsi Jambi, kemarin.

Menurut Irmansyah, kondisi darurat asap ini segala upaya dan daya telah maksimal dilaksanakan. Bahkan bantuan dari uni Soviet, Jepang dan Australia untuk mengeroyok hotspot di sumatra masih tak mampu memadamkan kebakaran di lahan gambut.

"Ini luar biasa karna sudah tiga bulan lebih musim kemarau. Nunggu mukjizat allah lagi salah satu solusi efektif (hujan) mengurangi dampak kabut asap," jelasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved