Waspada Kekeringan Air dalam Lima Tahun

Lingkungan yang semakin minim penghijauan akan menipiskan ketersediaan air di Indonesia.

Editor: Fifi Suryani
TRIBUN TIMUR/SYAMSUL BAHRI
Sejumlah warga memanfaatkan air suangai Kalifeng Leppang, Desa Talle, Kecamatan Sinjai Selatan, Sinjai saat difoto beberapa hari lalu. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Lingkungan yang semakin minim penghijauan akan menipiskan ketersediaan air di Indonesia. Naning Adiwoso, Chairperson Green Building Council Indonesia, mengatakan, mulai sekarang masyarakat harus menghemat air, menanam pohon, serta menjaga ruang terbuka hijau untuk menjaga lingkungan.

"Jika tidak, Indonesia akan mengalami kekeringan air pada tahun 2020," katanya, Kamis (22/10). Pasalnya, kegiatan eksploitasi air mencapai 320 juta meter kubik per tahun yang melakukan eksploitasi adalah perusahaan seperti perumahan, hotel dan perkantoran.

Kedepan, jika pemerintah, perusahaan dan masyarakat tidak peduli akan lingkungan maka permukaan tanah akan turun 75 sentimeter-125 sentimeter dalam 20 tahun-25 tahun kedepan. Akibatnya adalah akan terjadi longsor dan defisit air.

Naning mengatakan, ada banyak cara untuk menghindari kekeringan air tersebut. Yang paling sederhana adalah menanam pohon, kemudian membentuk serapan air, melakukan daur ulang sampah, menggunakan peralatan hemat energi. "Dan yang terpenting adalah hemat penggunaan air," tambahnya.

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved