Efek Kabut Asap
Rita Cemas Ratih Muntah
Diduga karena terpapar kabut asap, seorang balita di Jambi terpaksa dilarikan ke rumah sakit.
Penulis: Jaka Hendra Baittri | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Diduga karena terpapar kabut asap, seorang balita di Jambi terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Sementara itu seorang bocah di Pekanbaru, Riau juga meninggal dunia dan menurut keterangan orangtua, diduga kuat juga karena terpapar kabut asap.
Balita yang di larikan ke rumah sakit di Jambi adalah Ratih Ainun Fitria. Rabu (21/10) tampak sang balita tidur nyenyak di ruang kelas III Rumah Sakit Abdul Manap Jambi. Terpasang selang warna hijau di hidunganya. Ditangannya terpasang infus yang diberi pengaman agar tak terlepas.
Orangtua Ratih, Rita mengaku cemas melihat kondisi anaknya. Diceritakannya sebelumnya pada Senin (19/10), Ratih terlihat batuk-batuk. Keesokan harinya Rita membawa Ratih berobat di puskesmas. Sang balita dinyatakan hanya batuk biasa dan kemudian diberi obat. Usai berobat, justru kondisi batuk Ratih semakin parah.
Kondisi ini membuat warga Barcelona, Mayang, Kota Jambi ini semakin risau.
"Batuk, pilek dan sesak napasnya," ungkap Rita.
Melihat kondisi anak yang makin parah, Rita bersam asuami kemudian membawa anaknya ke rumah sakit, Rabu (21/10).
"Jam 12 baru didaftarkan di bagian umum," Katanya kemudian menimpali bahwa belum punya BPJS.
Rita mengira Ratih menghirup asap terlalu banyak usai pulang berobat. Selama asap ini Ratih juga selalu di dalam rumah, katanya.
"Kata dokter bisa jadi itu karena asap," tutur Rita.
Andi, yang merupakan Paman Ratih mengatakan berdasarkan keterangan dokter saat memeriksa pasien, pasien didiagnosis terkena infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).
"Bahkan dokter bilang ini lebih tinggi lagi dari ISPA," katanya.
Ditambahkannya, saat mengetahui kondisi pasien yang cukup parah, dokter menyarankan agar pasien di rawat inap. Namun, sebenarnya keluarga sangat keberatan karena mereka tidak punya biaya.
"Bapaknya seorang buruh, jadi kesulitan biaya, BPJS juga tidak ada," jelasnya.
Dia pun berharap agar asap ini kembali hilang, dan tidak ada korban lain lagi. Pemerintah seharusnya dapat mengambil sikap lebih tegas terhadap pelaku pembakaran. Dan dapat menjamin warganya dengan menggratiskan biaya pengobatan terutama bagi warga yang kurang mampu.
Andi menambahkan, berdasarkan keterangan dokter yang menangani Ratih menjelaskan bahwa dalam diagnosa dokter, pasien Ratih terkena Bronchopneumina (BP). Hal itu menurutnya terjadi akibat asap, sehingga menganggu saluran pernafasan balita tersebut.
"Bahkan kata dokternya kalau tidak dirawat penyakit itu bisa menyebabkan kematian," ungkap Andi.
Bagaimana perkembangan penanganan bencana ini? Simak terus informasinya di Tribunjambi.com dalam topik Efek Kabut Asap.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/22102015_ratih_20151022_150141.jpg)