Kaum Pria Dilarang Masuk ke Surganya Kaum Wanita

Kaum pria, apalagi kalau suka melirik kaum wanita dan mengganggu mereka, Anda sebaiknya jangan coba-coba masuk ke Umoja,

Kaum Pria Dilarang Masuk ke Surganya Kaum Wanita
ist

TRIBUNJAMBI.COM - Kaum pria, apalagi kalau suka melirik kaum wanita dan mengganggu mereka, Anda sebaiknya jangan coba-coba masuk ke Umoja, khususnya kalau masih sayang nyawa. Larangan itu khusus diterapkan di desa Umoja, surga khusus kaum hawa.

Kisah ini, bukan hanya bisa ditemukan di film serial Indiana Jones atau kisah-kisah petualangan di pedalaman Afrika, tapi merupakan kenyataan, benar-benar sebuah kenyataan.

Kaum wanita yang mungkin merasa ditindas kaum Adam kemudian mendirikan komunitas sendiri, membentuk pemerintahan sendiri, tidak ada pria menjadi penghuni, apalagi menjadi pemimpin di desa ini.

Sebagaimana disampaikan The Weird World, yang dikutip Warta Kota, Rabu (21/10/2015), desa Umoja tentu saja menjadi sebuah desa yang eksotis karena hanya diisi oleh kaum Hawa.

Penindasan oleh kaum Adam kepada kaum Hawa dilukiskan secara tepat di lagu abadi "Sabda Alam" yang melukiskan dominasi kaum pria.

Dunia di antaranya dipimpin oleh kaum pria, semua negara adidaya dikuasai pria, sering memicu perang dan pertumpahan darah di mana-mana, sehingga kaum Hawa kemudian mencari upaya untuk keluar dari dominasi pria.

Mereka mendirikan Umoja, yang berada di Kenya, Afrika.

Desa itu didirikan pertama kali oleh Rebecca Lolosoli, yang tidak mengizinkan makhluk hidup bernama pria masuk ke desa itu.

Desa itu kemudian menjadi tempat yang benar-benar aman untuk wanita dan para gadis.

Meski demikian, kata Rebecca, ada pengecualian, khusus untuk kaum pria.

"Pria, boleh saja mampir dan masuk ke tempat kami, bahkan mereka bisa tinggal sesuka mereka, sampai kapan, terserah, tapi, mereka harus tunduk dan taat terhadap hukum, peraturan, dan norma-norma yang dibuat oleh kaum wanita," katanya.

Apakah Anda, khususnya kaum pria tertarik untuk berkunjung ke surga kaum wanita ini?

Editor: rahimin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved