Reshuffle Kabinet
Berharap Perbaikan dari Reshuffle Jilid II
Kabar adanya perombakan Kabinet Kerja jilid II mulai berhembus. Pelaku pasar menilai adanya
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Kabar adanya perombakan Kabinet Kerja jilid II mulai berhembus. Pelaku pasar menilai adanya beberapa menteri yang berkinerja kurang baik demi mendukung pertumbuhan ekonomi.
Kepala Riset Universal Broker Satrio Utomo melihat ada beberapa posisi yang kurang maksimal dalam menjalankan kinerjanya.
Menurut dia, hasil pekerjaan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowadojo tak cukup baik.
Satrio merasa posisi Menteri Keuangan sebenarnya tak terlalu penting lagi diganti karena Menteri Koordinator Ekonomi Darmin Nasution dapat melapisnya dengan baik. Satrio mengapresiasi kinerja Darmin karena mampu mengimbangi kecepatan Presiden Joko Widodo.
Kemudian ia menilai, Rini banyak memberi kebijakan yang membingungkan pasar. Selain itu, ia menilai Menteri BUMN juga banyak menaruh posisi politis sebagai komisaris perusahaan pelat merah.
Satrio mencermati, BI menahan suku bunga terlalu lama. Ketika semua orang ingin mempercepat pertumbuhan ekonomi, BI malah menginjak rem. Meskipun BI memberikan beberapa kelonggaran di tempat lain, ia merasa sinyal utama perekonomian adalah suku bunga.
Satrio menyarankan para menteri pengganti sebaiknya dari kalangan profesional. Sedangkan untuk posisi Gubernur BI, ia menyebut seseorang yang mengerti makro ekonomi dapat menjadi pilihan terbaik. Karena saat ini Agus dan Bambang sama-sama berlatar belakang mikro ekonomi.
Lebih lanjut, Satrio mengaku senang dengan pernyataan Jokowi yang menyatakan akan membuat paket kebijakan lagi. Ini karena Jokowi terlihat serius membenahi keadaan. "Pasar hanya butuh kebijakan yang sesuai pasar. Sejauh ini, pasar cukup puas dengan kecepatan Jokowi. Tinggal buktinya," ujar dia.
Satrio memperkirakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dalam tren positif karena dana asing terus masuk. "Tren sepertinya bakal lama. Kalau melihat konsistensinya, mereka sedang mengambil posisi jangka panjang," ucap Satrio.
Ia memprediksi, IHSG akhir tahun bisa tutup di 4.900-4.950.