EDITORIAL
Ayo Benahi Drainase
Editorial Tribun Jambi
SAAT ini tak sedikit drainase (saluran air) di kota Jambi yang tidak berfungsi maksimal. Selain mengalami sedimentasi (pendangkalan), juga dipenuhi sampah yang dibuang masyarakat yang tidak sadar akan kebersihan. Akibatnya tatkala hujan deras, air cepat meluap dan menggenangi daerah sekitar.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sultan Thaha Jambi, sebentar lagi musim hujan tiba. Maka siap-siaplah hadapi banjir terutama di daerah yang memang berpotensi terjadinya banjir seperti di daerah bantaran sungai Batanghari, dan daerah rendah lainnya menjadi langganan banjir.
Kota Jambi yang dibelah Sungai Batanghari termasuk daerah memiliki risiko tertinggi untuk dilalui banjir kiriman dari hulu. Walaupun fase banjirnya tidak lama, tapi bisa membuat repot warga yang sedang ditimpa limpahan air bah tersebut. Selain banjir kiriman, beberapa daerah di kota Jambi kerap tergenang air hujan. Fenomena alam ini merupakan langganan tiap tahun.
Lalu timbul pertanyaan apa penyebabnya? Jawabannya sederhana saja, karena sistem drainase yang ada di kota Jambi tidak berfungsi baik sehingga ketika hujan air dengan cepatnya genangi daerah sekitar. Tengoklah drainase di Jalan KS Tubun Sungai Kambang, Sipin, disesaki sampah yang sengaja dibuang oleh masyarakat.
Sampah rumah tangga itu mengganak saluran pembuangan sehingga aliran air menjadi tidak lancar. Pemandangan seperti tidak hanya di Jalan KS Tubun, tapi juga di tempat-tempat lain. Tidak ada upaya pihak terkait untuk membersihkan sampah mengganak drainase tersebut.
Selain drainase tidak berfungsi maksimal, parit-parit yang ada di pinggir jalan raya dalam kota Jambipun belum semuanya berfungsi dengan baik. Sampah dan sedimentasi adalah persoalan kenapa air hujan genangi jalan. Parit diisi sampah sehingga mampet. Hujan deras dalam satu jam saja, terjadi banjir. Jalan kota berubah menjadi sungai kecil yang tidak bisa dilalui kendaraan. Arus lalulintas macet, jalan kota berubah menjadi genangan.
Drainase merupakan suatu sistem untuk menyalurkan air hujan. Sistem ini agaknya memiliki peranan penting dalam menciptakan lingkungan sehat, apik, dan elok. Drainase juga satu diantara fasilitas dasar yang dirancang sebagai sistem untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan bagian penting dalam perencanaan kota (bagian dari kelengkapan infrastruktur).
Artinya, apabila drainase kota Jambi tidak berfungsi maksimal, sudah jelas infrastruktur tidak elok. Kalau infrastruktur tidak elok, maka jangan harap kota Jambi bisa mewujudkan kota Metropolis yang didambakan. Optimalisasi drainase tidak bisa dipandang sebelah mata, karena di sanalah ada kekuatan sebuah kota metropolis. Jadi, kota Jambi jangan pernah bermimpi untuk menjadi kota metropolis kalau drainasenya amburadul.
Dan asal tahu saja, sebentar lagi musim hujan tiba, buruanlah menata drainase. Masih ada waktu untuk berbenah, kalau tidak ingin kota Jambi tergenang air hujan. Pengalaman buruk setahun yang lalu tidak perlu terulang lagi. Setiap kali hujan, banjir genangi sejumlah daerah di Bumi Pusako Betuah ini. Suka atau tidak suka, instansi terkait harus bekerja ekstra keras untuk memfungsikan drainase seperti sedia kala. Setidaknya, Dinas Pekerjaan Umum mesti bahu membahu dengan Dinas Kebersihan, Pemakaman dan Pertamanan benahi drainase. Dinas Tata Ruang dan Perumahan pun hendaklah selektif dalam mengeluarkan izin sesuai peruntukan. (*)