Breaking News:

Harga Sawit

RI-Malaysia Perkuat Perdagangan CPO

Pemerintah Indonesia dan Malaysia sepakat untuk menjalin kerjasama di sektor sawit.

Beberapa isu utama yang menjadi bahasan antara Indonesia dan Malaysia kedepan adalah mengenai harga, serta kampanye bersama untuk mempromosikan citra sawit didunia yang selama ini negatif.

"Pertemuan ini untuk mengembangkan industri minyak sawit di dunia kedepan," kata Datuk Amar.

Selama ini, sertifikasi minyak sawit banyak sekali. Selain ISPO dan MSPO, standar sertifikasi minyak sawit juga datang dari pelaku pengguna. Sertifikasi tersebut adalah RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil).

Meski demikian, tidak semua pemilik lahan perkebunan sawit dapat mengakses dengan mudah untuk memperoleh sertifikasi RSPO ini khususnya para petani.

Salah satu penyebabnya adalah mahalnya biayasertifikasi. Oleh karena itu, dengan adanya harmonisasi sertifikasi dari dua negara ini diharapkan petani tidak kesulitan lagi.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Sofyan Djalil bilang, waktu yang dibutuhkan untuk melakukan mempersiapkan pembentukan komite ini adalah sebulan.

"Anggota komite ada unsur pemerintah dan swasta. Nanti kita akan tunjuk nama," ujar Sofyan.

Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Togar Sitanggang bilang, pihaknya sangat mendukung langkah kedua negara dalam mengembangkan industri sawit.

"Kita (Indonesia-Malaysia) produsen (minyak sawit), yang menentukan dan mengkontrol bukan konsumen," ujar Togar.

Sekadar catatan saja, Indonesia dan Malaysia memiliki porsi produksi minyak sawit sebesar 85% di dunia. Jumlah tersebut setara dengan 50 juta ton per tahun.

Dengan perincian, sebanyak 32 juta ton berasal dari Indonesia, dan 18 juta ton dihasilkan Malaysia.

Editor: Fifi Suryani
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved