Deflasi

September Deflasi, Rupiah Selangkah ke Rp 14.700

Deflasi yang terjadi pada September 2015 tidak mampu mendorong rupiah untuk mengungguli USD.

Editor: Fifi Suryani
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Teller sebuah bank di Jakarta Selatan menghitung uang rupiah di atas dolar Amerika Serikat. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Deflasi yang terjadi pada September 2015 tidak mampu mendorong rupiah untuk mengungguli USD. Tekanan dari eksternal yang signifikan memicu kembali merunduknya rupiah di hadapan the greenback.

Di pasar spot, Kamis (1/10) posisi rupiah di hadapan USD tergerus 0,26% ke level Rp 14.691 dibanding hari sebelumnya. Berbeda, di kurs tengah Bank Indonesia, nilai rupiah terjaga dengan penguatan tipis 0,02% di level Rp 14.654.

Reny Eka Putri, Analis Pasar Uang PT Bank Mandiri Tbk menuturkan positifnya data tenaga kerja swasta AS mendukung optimisme pasar bahwa The Fed tetap berpeluang menaikan suku bunga di tahun 2015. Ini menjadi penekan utama gagal unggulnya rupiah.

Sebabnya, memang data ADP Non-farm payroll AS September 2015 naik signifikan dari 186 ribu menjadi 200 ribu.

Memberi sinyal perbaikan ekonomi AS kian solid. Di sisi lain, positifnya data manufaktur China gagal mendukung kembalinya pelaku pasar menimbun dananya di aset berisiko pasar Asia.

“Yield USD yang tinggi dan ekonominya yang solid membuat pelaku pasar lebih memilih berlindung pada mata uang Amerika Serikat itu untuk mendulang keuntungan,” jelas Reny.

Dari sisi domestik sebenarnya cukup positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan terjadinya deflasi 0,05% pada September 2015. Sehingga secara kumulatif Januari – September 2015 terjadi inflasi 2,24% serta secara tahunan inflasi September 2015 dibanding 2014 masih 6,83%.

“Rilis data deflasi ini positif ditambah dengan sentimen positif dari paket kebijakan ekonomi jilid dua,” terang Reny.
Namun, ironinya meski sajian data ini cukup positif, tekanan dari eksternal jauh lebih besar mempengaruhi pergerakan rupiah.

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved