IMF Sarankan RI tak Andalkan Komoditas

International Monetaray Fund (IMF) menilai Indonesia harus fokus pada ekonomi yang berbasis pada nilai tambah.

Editor: Fifi Suryani
BLOOMBERG/JOSHUA ROBERTS
Christine Lagarde 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - International Monetaray Fund (IMF) menilai Indonesia harus fokus pada ekonomi yang berbasis pada nilai tambah. Sebab, tidak bisa lagi pemerintah mengandalkan hasil komoditas.

Hal itu disampaikan Managing Director IMF Christine Lagarde ketika bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini, Selasa (1/9) di Istana Merdeka. Dalam pertemuan tersebut Jokowi didampingi oleh sejumlah menteri.

Salah satu menteri yang mendampingi, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa Lagarde melihat harga komoditas dunia tidak akan turun lebih dalam. Namun demikian sulit untuk kembali ke level seperti di tahun 2011 lalu.

Sehingga Indonesia tidak bisa mengandalkan komoditas untuk mendorong pertumbuhan.

"Lagarde menyarankan Indonesia fokus pada ekonomi berbasis nilai tambah, pembangunan infrastruktur dan pada masalah pendidikan dan kesehatan," kata Bambang, Selasa (1/10) di Istana Negara, Jakarta.

Selain itu Lagarde juga bilang seharusnya Amerika Serikat tidak buru-buru menaikkan suku bunga acuan mereka.

Sebaiknya, tingkat bunga Federal Reserve dinaikkan Januari 2016 mendatang.

Sebab, jika kenaikan dilakukan tahun ini dampaknya akan buruk ke negara lain. Memang, kenaikan suku bunga itu bakal mendorong perbaikan ekonomi AS, namun justru negatif bagi banyak negara.

Oleh karenanya, upaya perbaikan pertumbuhan ekonomi negeri paman Sam itu, seyogyanya dilakukan secara gradual. Supaya negara lain tidak terdampak.

Sumber: Kontan
Tags
IMF
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved